Sukses

Wonder Woman 1984 Sudah Tayang di Indonesia, Ini 5 Hal Menariknya

Liputan6.com, Jakarta Para pencinta film laga di Tanah Air sedang girang. Di tengah pandemi Covid-19, beberapa tontonan baru tayang di sejumlah bioskop. Salah satunya Wonder Woman 1984.

Wonder Woman 1984 sudah tiba di bioskop sejak Rabu (16/12/2020). Dari pantauan Showbiz Liputan6.com, belum semua bioskop dibuka. Namun setidaknya di bioskop yang telah beroperasi di sejumlah kota, film ini sudah bisa disaksikan.

Jika ingin menonton Wonder Woman 1984 di bioskop, jangan lupa mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, ya. Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, Wonder Woman 1984 dijadwalkan tayang Juni 2020. Meskipun diundur, jadwal tayang di Indonesia lebih cepat dari negara asalnya, Amerika Serikat, yang baru rilis pada 25 Desember 2020.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 8 halaman

Layak Tonton

Sebagai film superhero, Wonder Woman 1984 memiliki banyak hal yang membuatnya layak untuk ditonton. Selain genre yang diusung, film ini memiliki banyak elemen yang lebih menarik ketimbang film pertama maupun Justice League sekalipun.

3 dari 8 halaman

Apa Daya Tariknya?

Lantas, apa saja daya tarik yang dimiliki Wonder Woman 1984 selain kemunculan kembali Gal Gadot sebagai Diana Prince alias Wonder Woman? Berikut deretannya.

4 dari 8 halaman

1. Kembalinya Steve Trevor

Satu adegan dalam trailer yang membuat penonton penasaran adalah kembalinya Steve Trevor dengan wajah yang sama dalam film ini. Seperti diketahui, Steve tewas dalam film pertama.

Seandainya masih hidup pun, tentu ia sudah kakek-kakek. Pasalnya, jeda waktu antara film pertama dan kedua sangat jauh, yakni tahun 1918 ke 1984.

5 dari 8 halaman

2. Pesawat Ikonis

Daya tarik selanjutnya, pesawat ikonis dalam kisah-kisah Wonder Woman versi komik dan animasi, yaitu Invisible Jet.

Ya, seperti namanya, pesawat ini memiliki wujud hilang, dan sangat membantu Wonder Woman saat melarikan diri atau dalam misi sembunyi-sembunyi.

6 dari 8 halaman

3. Zirah Emas

Sekilas, zirah emas yang dipamerkan Wonder Woman mengingatkan kita pada anime Saint Seiya. Namun sebenarnya kostum ini juga sudah ada di komik-komiknya dan memiliki nama Golden Eagle Armor.

7 dari 8 halaman

4. Dua Musuh Utama

Bila pada film pertama, Wonder Woman hanya memiliki satu musuh besar, Ares si Dewa Perang, maka di film kedua ini ia akan berhadapan dengan dua lawan.

Pertama Barbara Ann Minerva, arkeolog yang awalnya adalah teman Wonder Woman. Kemudian, ia menjadi penjahat super bernama Cheetah. Musuh kedua adalah Maxwell Lord, pebisnis yang memiliki kemampuan telepati untuk melenyapkan para pahlawan super.

8 dari 8 halaman

5. Kembali ke Tahun 1984

Biarpun settingnya bukan di Indonesia, kita jadi bisa bernostalgia mengenang kembali budaya-budaya pop dunia pada era awal 1980-an.

Apa saja budaya pop yang populer kala itu, seperti apa suasana masyarakatnya, semoga saja bisa disampaikan dengan sangat baik dan nostalgik oleh sang sutradara Patty Jenkins.