Alami Bullying Sejak Sekolah Dasar, Reza D'Academy Sampai Nulis Surat untuk Allah

Reza D'Academy tak pernah menceritakan kepada orangtua maupun saudaranya saat mengalami bullying.

Diterbitkan 21 September 2020, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Reza D'Academy akhirnya meraih mimpinya menjadi seorang penyanyi dangdut. Ketenaran pun sudah diraihnya kini.

Tapi siapa sangka, bahwa untuk bisa melangkah sampai sekarang Reza D'Academy penuh perjuangan. Ia juga mengalami bullying bertahun-tahun.

Hal itu diungkapkan Reza D'Academy kepada Gilang Dirga, saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube-nya yang tayang pada Minggu (20/9/2020).

Diskriminasi

Pemilik nama asli Reza Zakarya mengaku mengalami bullying sejak kecil. Cerita ini terungkap kala Gilang menanyakan alasan Reza tak bisa meraih juara satu di panggung hiburan.

"Reza Zakarya, suara lo bagus tapi kok enggak pernah juara satu ya Za?" tanya Gilang.

"Sebetulnya itu balik lagi ke rezeki. Kalau Eza pribadi boleh ngomong itu rezeki Allah dan I don't know why di Indonesia ini mungkin Eza merasa ada diskriminasi," terangnya.

Sejak Sekolah

Reza D'Academy menceritakan bahwa sejak sekolah ia mengalami bullying karena ia merupakan keturunan Arab.

"Ini Eza alami sejak sekolah dulu. Jadi di sekolah itu Eza masuk dalam golongan jamaah (keturunan Arab), tapi Eza tidak sekolah-sekolah yang berbau islami. Jadi, Eza lebih senang sekolah di yang berbaur dengan anak-anak pribumi. Eza dari kecil sudah nyaman berkawan, berteman dengan orang-orang pribumi dan di situ terjadi bullying-bullying yang memang yang tertuju pada ke-Araban Eza," curnatnya.

Terbawa

Pria kelahiran Surabaya, 12 Mei 1989 ini merasa efek bullying tersebut terbawa hingga ia mengikuti kompetisi ajang pencarian bakat.

"Eza enggak tahu, itu seperti terbawa hingga kompetisi kemarin. Banyak yang ngomong Reza bukan orang Indonesia. Saat Reza mewakili Indonesia, seperti tidak pantas. Padahal kan Eza lahir di Indonesia, bahasa Eza juga bahasa Jawa. Dan itu satu hal yang Eza bisa kontrol di luar sana, dan enggak pernah juara satu itu rezeki Eza bilang," tuturnya.

Ketakutan

Seringnya mengalami bullying, Reza Zakarya sampai takut ke luar rumah. Bila ia ingin melawannya Eza menangis

"Sampai Eza enggak berani ke luar rumah, even mau ke warung nunggu suasana sepi dulu. Kadang disuruh mama ke warung beli telur atau mi, sampai lihat dulu nanti pulangnya lari-lari. Ada kayak sindrom Eza alami, dari kecil ketakutan kalau ketemu karena dapat bullying. Ada satu temen Eza, kalau ketemu Eza nge-bully, duduk sebelah-sebelahan dia benturin kepala Eza," paparnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Tentu saja itu membuat Gilang Dirga kaget, "Sampai ke fisik? Gue pikir omongan doang."

Halaman
Show All
Meiristica Nurul, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan