Sukses

Unggahan Madonna soal Corona Covid-19 Disemprit Instagram, Akhirnya Hilang

Liputan6.com, Los Angeles - Madonna kembali jadi sorotan berkaitan dengan wabah Corona Covid-19. Setelah mengaku berencana "menghirup udara Covid-19" karena sempat terinfeksi dan sembuh, kini Madonna membagikan sebuah video kontroversial berkaitan wabah ini.

Dilansir dari Rolling Stone dan Forbes, Kamis (30/7/2020), unggahan Madonna ini menampilkan video tentang Dr Stella Immanuel.

Dalam video ini, dokter dari Houston ini mengklaim bahwa dirinya telah menyembuhkan 350 pasien Covid-19 dengan obat malaria hydroxychloroquine, tanpa jatuh satu korban pun. Seperti diketahui, masih ada pro kontra soal penggunaan obat ini untuk mengatasi Covid-19. 

2 dari 5 halaman

Kontroversial

Sekadar informasi, sang dokter tergabung dengan kelompok America's Frontline Doctors yang masih berkaitan dengan organisasi sayap kanan Tea Party Patriot. Ia juga sempat mengungkapkan bahwa masker tak perlu digunakan.

Unggahan pernyataan dokter ini juga sempat dibagikan anak Presiden Donald Trump, yang membuatnya diblokir sementara dari Twitter.

3 dari 5 halaman

Soal Vaksin

Di status teks unggahannya, Madonna menyebut sang dokter sebagai pahlawannya. Ia awalnya menulis, "Kebenaran akan membebaskan kita!"

Di keterangan video ini Madonna juga menyebut bahwa vaksin Covid-19 sebenarnya telah tersedia selama berbulan-bulan. Tapi menurutnya ada pihak yang berkuasa dan tak mau vaksinnya segera tersedia.

4 dari 5 halaman

Yang Kaya Makin Kaya

"Mereka lebih menghendaki rasa takut menguasai mereka dan orang kaya makin kaya, dan yang miskin sakit dan makin sakit," beber bintang film Evita dan Swept Away.

5 dari 5 halaman

Informasi yang Salah

Unggahan ini, kemudian diblur dan diberi tanda sebagai "informasi yang salah" oleh Instagram. Disebutkan juga bahwa hal tersebut telah diperiksa oleh tim pengecek fakta independen.

Tak lama, entah dihapus oleh Madonna atau pihak Instagram, unggahan ini akhirnya menghilang dari feed pelantun "Take A Bow" dan "Ray of Light."