Sukses

George Floyd Tewas dan Fenomena Blackout Tuesday, Ini 6 Film Keren Relasi Kulit Hitam dan Putih

Liputan6.com, Jakarta - Tagar #blacklivesmatter dan #blackouttuesday digemakan warganet di seluruh dunia untuk mengenang kepergian warga Afrika-Amerika, George Floyd. George Floyd tewas pada 25 Mei 2020. Belakangan diketahui, George Floyd meninggal di tangan polisi kulit putih.

Sebuah foto viral memperlihatkan polisi bernama Derek Chauvin menindih leher George Floyd hingga tak bisa bernapas kemudan tewas. Tragedi ini memicu gelombang protes di berbagai belahan dunia. Sejumlah selebritas Hollywood turun ke jalan mengecam aksi tak berperikemanusiaan ini.

Kematian George Floyd mengingatkan dunia, aksi rasialisme masih menjadi ancaman kemanusiaan. Di luar tagar #blacklivesmatter dan #blackouttuesday, Hollywood belakangan kerap memproduksi film bertema relasi kulit hitam dan putih. Kali ini, Showbiz Liputan6.com memilih 6 film untuk Anda. Simaklah.

2 dari 7 halaman

The Help (2011)

“Apa Anda tidak lelah, Nyonya?” tanya pembantu kulit hitam Aibileen (Viola Davis) kepada majikannya, Hilly (Bryce Dallad Howard) saat difitnah mencuri perkakas rumah tangga. Ia lalu diusir tanpa pesangon. Di era 1960-an, itu hal lumrah. Putri Hilly, Mae, yang masih balita menangisi kepergian Aibileen.

Sebelum pamit, Aibileen memeluk Mae lalu berkata, “You is kind. Uou is smart. You is important.” Aibi pergi dengan air mata berlinang. “Aibi, Aibi…” seru Mae sambil memukuli kaca jendela. Adegan akhir The Help ini membuat hati penonton ambyar. Menonton berkali-kali film ini, mata masih saja berkaca.

 

3 dari 7 halaman

2. 12 Years A Slave (2013)

Tergoda masa depan cerah sebagai pemain biola dengan bayaran 1 dolar AS per hari dan 3 dolar untuk setiap pertunjukan, Solomon (Chiwetel Ejiofor) meninggalkan istri dan dua anaknya.

Nahas, Solomon malah dijadikan budak di Amerika Selatan dengan nama baru, Platt. Menampilkan akting terbaik Chiwetel Ejiofor dan Lupita Nyong’o, 12 Years A Slave adalah Film Terbaik Oscar pertama dalam sejarah yang digarap sineas kulit hitam Steven McQueen.

4 dari 7 halaman

3. Get Out (2017)

Topik rasialisme? Aduh, berat banget! Ya sudah, tonton Get Out saja. Thriller soal kunjungan fotografer kulit hitam Chris (Daniel Kaluuya) ke rumah pacar, Rose (Allison Williams). Rose yang berkulit putih meyakinkan Chris, orang tuanya akan bersikap hangat.

“Apa warna kulit penting? Ayahku akan memilih Obama jadi presiden untuk kali ketiga jika memungkinkan,” ucap Rose. Apes, sikap hangat keluarga Rose tak berlangsung lama. Yang terjadi berikutnya, rentetan teror. Naskah Get Out ditulis Jordan Peele. Lewat film ini, ia jadi penulis naskah (asli) keturunan Afrika-Amerika pertama yang meraih Piala Oscar.

5 dari 7 halaman

4. Black Panther (2018)

Black Panther menempatkan Chadwick Boseman sebagai T’Challa, Raja Wakanda. Dalam Marvel Cinematic Universe, T’Challa merelakan negerinya menjadi ajang pertarungan tim Avengers vs Thanos. Posisi Black Panther penting. Ia mengingatkan dunia, siapapun tak peduli warna kulit, bisa menjadi pahlawan.

Black Panther membuka jalan bagi Ruth E. Carter dan Hannah Beachler meraih Piala Oscar. Sejarah mencatat Ruth sebagai penata kostum kulit hitam pertama yang meraih Oscar. Sedangkan Hannah penata artistik Afrika-Amerika pertama yang meraih nominasi Oscar dan langsung menang!

6 dari 7 halaman

5. Hidden Figures (2016)

Orbit mekanik roket NASA kali pertama ditentukan berdasarkan kalkulasi matematikawan perempuan keturunan kulit hitam, Katherine G. Johnson. Di film Hidden Figures, Katherine diperankan Taraji P. Henson. Film peraih 3 nominasi Oscars ini membuat penonton berlinang air mata.

Hidup di era politik pembedaan warna kulit, Katherine tak boleh pipis di toilet warga kulit putih. Saat ditekan bos, Katherine menjerit, “Untuk membuang urine saja, saya harus berlari sejauh 800 meter. Saya kerja di kantor ini layaknya seekor anjing. Siang dan malam bersama teko khusus untuk kulit berwarna yang tidak pernah diisi air, Pak!” Bosnya kicep.

 

7 dari 7 halaman

6. Green Book (2018)

Tonny Lip (Viggo Mortensen) melamar jadi sopir Don Shirley (Mahershala Ali), musisi kulit hitam kaya raya. Persahabatan ini terasa ironis karena terjadi di dekade 1960-an. Kala itu, AS menganut politik pembedaan warna kulit. Kondisi merumit saat Don ketahuan (maaf) penyuka sesama jenis.

Akhir film ini menampilkan Tonny merayakan Natal dan kedatangan tamu istimewa. Haru sekali. Film Terbaik Oscar 2019 ini mengantar Mahershala Ali menjadi aktor Muslim kulit hitam pertama yang meraih 2 Piala Oscar.