George Floyd Tewas dan Fenomena Blackout Tuesday, Ini 6 Film Keren Relasi Kulit Hitam dan Putih

Mengenang George Floyd, kami ajak Anda menonton relasi kulit putih dan hitam dalam sinema. Semoga 6 film ini menebalkan toleransi ke sesama.

Diterbitkan 03 Juni 2020, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

“Apa warna kulit penting? Ayahku akan memilih Obama jadi presiden untuk kali ketiga jika memungkinkan,” ucap Rose. Apes, sikap hangat keluarga Rose tak berlangsung lama. Yang terjadi berikutnya, rentetan teror. Naskah Get Out ditulis Jordan Peele. Lewat film ini, ia jadi penulis naskah (asli) keturunan Afrika-Amerika pertama yang meraih Piala Oscar.

4. Black Panther (2018)

Black Panther menempatkan Chadwick Boseman sebagai T’Challa, Raja Wakanda. Dalam Marvel Cinematic Universe, T’Challa merelakan negerinya menjadi ajang pertarungan tim Avengers vs Thanos. Posisi Black Panther penting. Ia mengingatkan dunia, siapapun tak peduli warna kulit, bisa menjadi pahlawan.

Black Panther membuka jalan bagi Ruth E. Carter dan Hannah Beachler meraih Piala Oscar. Sejarah mencatat Ruth sebagai penata kostum kulit hitam pertama yang meraih Oscar. Sedangkan Hannah penata artistik Afrika-Amerika pertama yang meraih nominasi Oscar dan langsung menang!

5. Hidden Figures (2016)

Orbit mekanik roket NASA kali pertama ditentukan berdasarkan kalkulasi matematikawan perempuan keturunan kulit hitam, Katherine G. Johnson. Di film Hidden Figures, Katherine diperankan Taraji P. Henson. Film peraih 3 nominasi Oscars ini membuat penonton berlinang air mata.

Hidup di era politik pembedaan warna kulit, Katherine tak boleh pipis di toilet warga kulit putih. Saat ditekan bos, Katherine menjerit, “Untuk membuang urine saja, saya harus berlari sejauh 800 meter. Saya kerja di kantor ini layaknya seekor anjing. Siang dan malam bersama teko khusus untuk kulit berwarna yang tidak pernah diisi air, Pak!” Bosnya kicep.

 

6. Green Book (2018)

Tonny Lip (Viggo Mortensen) melamar jadi sopir Don Shirley (Mahershala Ali), musisi kulit hitam kaya raya. Persahabatan ini terasa ironis karena terjadi di dekade 1960-an. Kala itu, AS menganut politik pembedaan warna kulit. Kondisi merumit saat Don ketahuan (maaf) penyuka sesama jenis.

Akhir film ini menampilkan Tonny merayakan Natal dan kedatangan tamu istimewa. Haru sekali. Film Terbaik Oscar 2019 ini mengantar Mahershala Ali menjadi aktor Muslim kulit hitam pertama yang meraih 2 Piala Oscar.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan