Dita Karang soal Kenekatan Merantau ke Korea Selatan: Gaspol

Dita Karang tak kenal siapa-siapa saat pertama kali merantau ke Korea Selatan.

Diterbitkan 25 Mei 2020, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Seoul - Perjalanan Dita Karang untuk debut dalam grup Secret Number tak bisa dibilang mudah. Ada jatuh bangun, bahkan modal kenekatan di dalamnya. Terutama saat ia memutuskan hijrah ke Korea Selatan untuk pertama kalinya.

“Waktu itu dateng ke Korea sendirian, enggak kenal siapa-siapa juga,” kata Dita Karang dalam sesi Instagram Live bersama Dian Sastrowardoyo, Minggu (24/5/2020).

“Sudah bisa ngomong bahasa Korea enggak waktu itu?” tanya Dian Sastrowardoyo.

Dita Karang pun menggeleng.

Gaspol

Jawaban wanita bernama lengkap Anak Agung Ayu Puspa Aditya Karang ini langsung membuat Dian Sastrowardoyo kaget.

“Aku lumayan pemberani,” tutur Dita.

“Nekat,” sambar Dian.

“Gaspol,” kata Dita Karang sambil tertawa.

 

Dari Audisi Bulanan

Dita menceritakan awal keputusannya untuk hijrah ke Korea, karena ia merasa mentok saat mengadu nasib di New York. Setelah lulus dari The American Musical and Dramatic Academy di New York, ia kesulitan lolos dalam audisi.

Ia akhirnya memutuskan untuk memperdalam kemampuannya dalam dance K-Pop, hal yang yang telah lama menarik perhatiannya. Ia bahkan ikut sejumlah audisi bulanan di dance studio tempatnya bergabung.

“Dari audisi, Vine bilang kalau interested,” tutur Dita, menyebut agensinya saat ini.

Audisi Lagi

Hanya saja, bahkan setelah Dita kembali ke Indonesia tak ada kabar lagi dari Vine. Dita akhirnya mengutarakan keinginannya kepada orangtua untuk merantau ke Korea, bergabung di sekolah terkenal 1Million Dance.

“Sekalian aku pengin audisi di company ini lagi, karena mereka bilang interested,” kata Dita.

Trainee Dua Tahun

Setelah kembali audisi, Dita akhirnya diterima sebagai trainee saat itu juga. Ia menjalani masa pelatihan sekitar dua tahun, dan akhirnya debut pada 19 Mei 2020 lalu dalam Secret Number.

Selain Dita, kuintet ini juga diisi Denise dan Jinny yang berasal dari Amerika Serikat, Soodam dari Korea Selatan, dan Lea dari Jepang.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Isi Pidato Joshua Seventeen di Forum UNESCO, tentang Pentingnya Impian Anak Muda

Ratnaning Asih, Meiristica NurulTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan