Sukses

Mengharukan, Perjuangan Tere Belajar Baca Al-Qur'an Hingga Nyaris Frustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Tere belakangan kembali dibicarakan masyarakat. Seperti diketahui, Tere populer di awal tahun 2000-an lewat hit "Awal Yang Indah" dan "Aku Patut Membenci Dia."

Setelah itu, Tere menghilang untuk waktu yang cukup lama. Tere sendiri telah menjadi mualaf sejak 2000, setahun sebelum album solo perdananya dirilis dan sukses di pasar.

Kini Tere hijrah. Ada banyak pengalaman yang Tere alami selama proses hijrah itu. Pemilik album Sebuah Harapan dan Begitu Berharga ini membagikan salah satunya. Yaitu ketika ia belajar mengenal huruf-huruf Hijaiyah dan belajar membaca Al-Qur'an. 

 

2 dari 5 halaman

Seorang Bapak Yang Berjasa

Kisah itu disampaikan lewat sebuah unggahan di Instagram pada Senin (18/5/2020). Dalam unggahannya, Tere menunjukkan potret seorang tokoh yang sangat berjasa di dunia pendidikan Islam, yaitu K.H. As'ad bin Humam. Tokoh yang potretnya selalu terpampang di balik buku Iqro. 

"Sobat sekalian ada yang familiar dengan wajah bapak ini? Kaya pernah lihat di mana gitu ya? Beliau adalah alm KH As'ad bin Humam, pembuat metode belajar baca al Qur'an yang masyhur, Iqro," tulis Tere menyertai unggahan tersebut.

 

3 dari 5 halaman

Nyaris Frustrasi Saat Belajar

Dalam proses belajarnya, Tere mengaku sempat frustrasi lantaran tak kunjung berhasil saat belajar sendiri.

"Alhamdulilah saya termasuk orang yang diijinkan Allah memahami dasar huruf Hijaiyah melalui buku Iqro beberapa belas tahun sejak syahadat. Itupun setelah nyaris frustrasi ga berhasil juga belajar sendiri," sambung Tere.

 

4 dari 5 halaman

Perlahan Namun Pasti

Hingga akhirnya Tere bertemu sorang guru yang berhasil menuntunnya untuk dapat membaca Al-Qur'an.

"sampai Allah kirimkan seorang guru (qadrullah beliau juga sudah berpulang ke Rahmatullah Desember 2019 lalu). Pelan tertatih, perlahan namun pasti, Allah ijinkan saya menyusuri indahnya menjemput hidayah bisa membaca al Qur'an dengan wasilah ilmu dari para guru ini," tulis Tere lagi.

 

5 dari 5 halaman

Bersyukur

Terakhir, Tere menyampaikan rasa syukur karena mampu membaca Al-Qur'an seperti sekarang ini. Ia juga memohon agar segala kebaikan guru-gurunya dapat balasan yang setimpal.

"Alhamdulilah ya Allah untuk para guru yang Engkau ijinkan membuka akal pikiran ini sehingga hamba bisa membaca huruf-huruf dalan surat cinta-Mu ini... ya Allah hamba mohon terimalah amal jariyah para guru yang telah membantu hamba menjemput petunjuk-Mu," pinta Tere.

"Baik para guru yang sudah Engkau panggil pulang maupun yang alhamdulillah masih diberi kelapangan usia, mohon mudahkan segala urusan dunia akhirat mereka ya Allah. aamiiin ya Mujiibasa'ilin. Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad wa'ala ali sayyidina Muhammad. aamiiin ya Sami'ul aliim. Al Fatihah," tutupnya.