Sukses

6 Lagu Patah Hati Warisan Glenn Fredly, Dari Tema Dikhianati Sampai Ditinggal Nikah

Liputan6.com, Jakarta - Kalau bikin lagu romantis, mengharu-biru banget. Kalau menulis lagu patah hati, rasanya sampai bikin dada sesak. Itulah ciri khas karya Glenn Fredly. Ia dikenal khalayak lewat grup musik Funk Section di awal dekade 1990-an. Hit besar yang dilahirkan Funk Section, yakni “Terpesona.”

Pada 1998, Glenn Fredly bersolo karier di bawah payung Sony Music Indonesia. Album debutnya menampilkan hit rancak “Cukup Sudah” karya Yovie Widianto. Dua tahun berselang, Glenn Fredly kembali lewat album Kembali. Album berisi 8 lagu ini memfiturkan “Kasih Putih” yang layak disebut salah satu nomor paling romantis dalam sejarah musik Indonesia.

Pada 2003, citra romantis Sang Pangeran Pop berubah menjadi kesedihan. Ia menulis sejumlah lagu patah hati yang kemudian meledak di pasar. Showbiz Liputan6.com menghimpun enam lagu patah hati Glenn Fredly. Yang mana favorit Anda?

2 dari 7 halaman

1. Jejak Langkah Yang Kau Tinggal (2002)

Sinyal perubahan citra dari romantis ke patah hati dikirim Glenn Fredly saat menjadi bintang tamu Tohpati di album Serampang Samba. Album instrumental itu menampilkan kolaborasi musik dan vokal antara Tohpati dengan Glenn Fredly.

“Jejak Langkah Yang Kau Tinggal” merefleksikan perpisahan yang berakhir dewasa. Minim drama, karena liriknya berisi ucapan selamat tinggal, tak mau mengingat yang buruk-buruk dari sang mantan, plus komitmen melanjutkan hidup. Lantas, apakah perpisahan ini 100 persen tak menyisakan luka? Tunggu dulu. Dengarkan intepretasi Glenn di bagian lirik. Lengkingannya simbol sakit yang tak terbilang.

3 dari 7 halaman

2. Januari (2003)

Album Selamat Pagi, Dunia! mulanya ditanggapi dingin publik. “Belum Saatnya (Berpisah)” dan “Terpesona” tak semeledak yang dibayangkan. Lalu, ratusan radio memutar “Januari.” Saat itulah, mata hati pencinta musik tersentuh dan mengaitkan lagu ini dengan kandasnya cinta Glenn Fredly dengan personel kelompok vokal legendaris.

Kasihku, sampai di sini kisah kita jangan tangisi keadaannya. Bukan karena kita berbeda,” adalah klimaks yang hingga kini melekat di benak. Tujuh belas tahun lewat sudah. Diracik tanpa bahan pengawet, lagu ini tetap menyakitkan, meski ratusan kali didengar ulang.

4 dari 7 halaman

3. Sekali Ini Saja (2003)

“Sekali Ini Saja” adalah penerus yang membuat peredaran album Selamat Pagi, Dunia! memanjang hingga 2004. Lagu ini sama menyakitkannya dengan “Januari.” Suara Glenn Fredly berikut akrobatik vokalnya di ujung lagu terdengar seperti ratapan.

Dalam “Januari” Glenn Fredly menulis surat cinta untuk mantan. “Sekali Ini Saja” adalah surat cinta dari pria patah hati kepada Tuhan. Ia meminta waktu berputar kembali agar cinta bisa diulang. Untuk sesaat, pria patah hati ini lupa, satu-satunya hal yang tak mungkin diulang oleh semesta adalah waktu.

5 dari 7 halaman

4. Sedih Tak Berujung (2004)

Jauh sebelum ilmu cocoklogi ditemukan netizen +62, pencinta musik mencocokkan waktu rilis lagu “Sedih Tak Berujung” dengan pernikahan seseorang di tahun yang sama. Kok, ya tidak beda jauh. Ndilalah, “Sedih Tak Berujung” mengisahkan pria yang ditinggal menikah oleh mantan.

Video klipnya sangat dramatis, menampilkan Glenn Fredly menghadiri pesta pernikahan mantan. Sesakit itukah ditinggal nikah? Mari nyanyikan lirik lagu berikut ini, “Kini kukan berhenti berharaaaaaap! Perpisahan kali ini untukku akan menjadi kisah sedih yang tak berujung…

 

6 dari 7 halaman

5. Akhir Cerita Cinta (2004)

“Sedih Tak Berujung” dan “Akhir Cerita Cinta” adalah dua pusaka dari album Selamat Pagi, Dunia! versi repackage. Inilah bukti kegeniusan Glenn Fredly. Lagu ini tak mengeksplorasi kesakitan atau siapa yang layak dipersalahkan dalam kandasnya sebuah hubungan. Penyanyi kelahiran Jakarta, 30 September 1975, ini fokus pada rasa malu karena hubungan berakhir.

Inikah akhir cerita cinta yang selalu aku banggakan di depan mereka? Entah di mana kusembunyikan rasa malu,” keluhnya sebelum memasuki refrain. Tak banyak lengkingan, tak serta merta membuat unsur drama di lagu ini berkurang. Mendengar lagu ini di kala hujan, efektif menciptakan bilur di kalbu.

7 dari 7 halaman

6. Tega (2006)

Ini soal selera, ya. Bagi kami, “Tega” lagu paling menyayat sekaligus berkelas buatan Glenn Fredly. Ia menggambarkan sakit hati akibat pengkhianatan lewat diksi yang jarang digunakan musisi Tanah Air.

Kau bunuh hatiku, saat kubernapas untukmu,” begitu Glenn Fredly menggambarkan aktivitas pengkhianatan hanya dalam satu kalimat. Dibalut aransemen yang terpapar jaz, “Tega” terdengar mahal, eksklusif, tapi tetap nyakitin.