Rilis Single Baru, Powerslaves Dedikasikan untuk Tenaga Medis Hadapi Corona Covid-19

Powerslaves memberi dukungan kepada para pejuang garda depan kesehatan yang menangani virus corona, lewat single “Stare at Me”.

Diterbitkan 06 April 2020, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kontribusi semua anggota Powerslaves di lagu ini sangat kentara. Chemistry mereka juga sangat kuat. Komunikasi musikal antara Anwar Fatahillah dan Andry Muhammad yang sudah nge-klik sejak dulu, menjadi sesuatu yang menarik dalam lagu ini. Pilihan sound juga sudah sangat sesuai dengan tema liriknya.

Pun demikian persekutuan musikal Wiwiex Soedarno (kibor) dengan Andry Muhammad. Mereka sudah sangat saling memahami di mana dalam setiap isian lagunya selalu terdengar harmonis tanpa ada yang saling mengalahkan. Belum lagi isian drum Agung Yudha yang makin memberi warna.

 

Ide dari Kehidupan Sehari-Hari

Ide pembuatan lagu ini, kata Wiwiex Soedarno, berangkat dari kehidupan sehari-hari – baik dari sisi personal maupun ketika mereka melihat keadaan sekitar.

"Kami ingin agar semua lapisan masyarakat bisa menerima single ini karena tema liriknya yang universal dan kebetulan kami juga membuatnya dalam bahasa Inggris. Satu lagi, di reff bagian akhir ada suara anak-anak yang semakin merepresentasikan betapa universalnya lagu ini,” jelas Wiwiex.

"Awalnya, ngobrol-ngobrol sama Heydi Ibrahim, dia bilang; 'Bikin lagu yang nadanya rendah dong, biar aku bisa bawain sampai tua'. Aku cari-cari referensi dan pada akhirnya ketemu lagu ini," timpal Anwar Fatahillah.

 

Tonjolkan Warna Kekinian

Dari segi musik, di lagu ini Powersalave lebih menonjolkan warna yang lebih kekinian tanpa menghilangkan jati diri mereka yang sesungguhnya. Dengan sentuhan gitar akustik dan bebunyian selo pada bagian intronya, “Stare at Me” terdengar sangat natural

Bagaimana dari sisi lirik? "Yang jelas kalau masalah lirik selalu saya kaitkan dengan proses penyerahan diri saya kepada Tuhan," kata Heydi Ibrahim.

"Saya punya anak kecil dan istri. Usia memang di tangan Tuhan dan kita mesti pasrah. Namun jika hal ini merenggut nyawa orang-orang yang kita kasihi, sebagai manusia sulit rasanya bagi saya untuk mengungkapkan bagaimana perasaan ini,” lanjutnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan