Sukses

6 Kemenangan Piala Oscar Paling Aneh Sepanjang Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Para pencinta film di seluruh dunia tak sabar menanti malam puncak Piala Oscar 2020. Malam puncak Piala Oscar 2020 akan diselenggarakan di Dolby Theatre Hollywood, Los Angeles, AS, Minggu (9/2/2020) malam atau Senin (10/2/2020) waktu Indonesia.

Para pencinta film tahu betul, selain mempertimbangkan keputusan Golden Globes, BAFTA, dan SAG Awards, Oscars kerap membuat pernyataan sikap sendiri. Akibatnya, sejumlah nama tak terduga diganjar Piala Oscar.

Keputusan ini dianggap sebagai kontroversi, kurang layak, dan dikiritisi sejumlah media ternama. Jelang pengumuman Piala Oscar 2020, Showbiz Liputan6.com merilis 6 kemenangan paling aneh di ajang Academy Awards. Setujukah Anda?

2 dari 7 halaman

1. Crash (2006)

Kemenangan Crash dalam banyak literasi maupun ulasan media disebut kemenangan paling aneh dalam sejarah. Bahkan, beberapa media menetapkan Crash sebagai Worst Best Picture (Film Terbaik Oscars yang paling buruk).

Berbekal piala kategori Naskah Asli dan Penyunting Gambar Terbaik, Crash karya Paul Haggis mengalahkan Brokeback Mountain, kandidat terkuat tahun itu.

Analisis lain menyebut Crash menang Oscars berbekal kemenangan di SAG Awards kategori Film dengan Ensambel Pemain Terbaik. Tetap saja, Brokeback Mountain sebagai Film Terbaik (Drama) Golden Globes dan BAFTA lebih layak.

3 dari 7 halaman

2. Million Dollar Baby (2005)

Million Dollar Baby tak lebih dari parade akting bagus. Lewat film ini, Clint Eastwood meraih Oscar untuk Sutradara Terbaik. Wajar mengingat, Clint menang di Golden Globes dan Director Guilds of America. Masalahnya, Million Dollar Baby dijadikan film terbaik Oscars. Publik syok karena tahun itu The Aviator dinilai lebih pantas.

Karya Martin Scorsese itu jadi film terbaik Golden Globes, BAFTA, dan Producers Guild of America. Kandasnya jalan The Aviator ditebus Oscars dengan memenangkan film Martin Scorsese, The Departed, pada 2007. The Departed yang kalah di Golden Globes, BAFTA, dan SAG Awards ujug-ujug menang Oscars.

4 dari 7 halaman

3. Marisa Tomei (1993)

Tampil di My Cousin Vinny, Marisa Tomei dinominasikan dan menang Piala Oscar hanya berbekal kemenangan di Awards Circuit Community Awards. Aktingnya sama sekali tak dilirik Golden Globes dan BAFTA. Kemenangan ini dipertanyakan banyak pihak. Sejumlah dugaan bermunculan.

Ada yang bilang, presenter kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik pada malam Oscars mabuk dan salah sebut nama pemenang. Seiring waktu, Marisa membuktikan diri bukan aktris biasa. Ia kembali meraih nominasi Oscar lewat In The Bedroom dan The Wrestler.

5 dari 7 halaman

4. Denzel Washington (2002)

Kehebohan tercipta pada 2002 saat Denzel Washington menang Oscar lewat film Training Day. Publik menilai Russell Crowe dalam A Beautiful Mind jauh lebih layak karena ia menang di Golden Globes, BAFTA, dan SAG Awards.

Denzel Washington meraih Oscar bareng Halle Berry lewat Monster’s Ball. Kemenangan aktor-aktris kulit hitam di kategori Pemeran Utama Oscars tahun itu diwarnai isu rasialisme. Sang aktor pun masuk di daftar worst best actor dalam sejarah Oscars.

6 dari 7 halaman

5. Adrien Brody (2003)

Kekacauan berikutnya dipersembahkan oleh kemenangan Adrien Brody sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik Oscars 2003 lewat The Pianist. Kemenangan ini sekaligus menghalangi jalan Daniel Day-Lewis yang tampil lebih gemilang dalam Gangs of New York. Daniel Day-Lewis sendiri memetik kemenangan di SAG Awards dan BAFTA.

Sementara Golden Globes memilih Jack Nicholson yang tampil apik di About Schmidt. Beredar isu, Oscars tahun itu tengah mencari nama baru untuk regenerasi keaktoran. Sayang, usai menang Oscar, karier Adrien Brody malah redup.

7 dari 7 halaman

6. Marcia Gay Harden (2001)

Apa yang terjadi pada Oscars 2001 bikin syok. Performa Marcia Gay Harden dalam Pollock bahkan tak dinominasikan di Golden Globes, BAFTA, dan SAG Awards. Bermodal penghargaan dari New York Film Critics Circle Awards, ia membawa pulang Piala Oscar.

Kemenangan Marcia menutup jalan Kate Hudson (Almost Famous), Julie Walters (Billy Elliot), dan Judi Dench (Chocolat). Ketiganya kandidat kuat Pemeran Pendukung Wanita Terbaik tahun itu. Masing-masing menang di Golden Globes, BAFTA, serta SAG Awards. Oscars yang tampil beda atau Golden Globes, BAFTA, dan SAG Awards lalai?