Pemburu Di Manchester Biru: Konflik Kurang Runcing, Penambah Stamina Mengejar Mimpi

Tiba-tiba, terdengar kabar film Pemburu Di Manchester Biru tayang Kamis (6/2/2020).

Diterbitkan 07 Februari 2020, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kurang Tergambar Jelas

Tanpa cinta, Pemburu Di Manchester Biru tak lantas kehilangan konflik. Hanya, pengembangan konflik kurang runcing. Kami tidak melihat rindu yang menggebu untuk kampung halaman. Tak melihat pula bagaimana akhir perjalanan ayah Hanief yang menjadi nyawa bagi perjuangan sang anak di Inggris.

Tak tergambar jelas bagaimana cinta dan kehilangan terjadi dalam kehidupan tokoh utama. Dunia kerja dalam Pemburu di Manchester Biru berkutat pada wawancara narasumber dan konferensi pers.

Kami tak melihat bagaimana tokoh utama ditempatkan dalam stadion olahraga yang sarat penonton, suasana gempita pertandingan sepak bola, atau mewawancara para pemain lapis pertama.

Bahkan, wawancara indepth dengan tokoh pun tak tergambar jelas. Kami hanya disuguhi konflik horizontal di redaksi, kegagalan mewawancara, dan beberapa cerita samping.

Plus Minus Pemberi Semangat

Satu-satunya konflik tajam di film ini, Pringga versus Hanief. Ini pun kurang mengikat penonton. Beruntung, sinematografer Batara Gumpar menghidangkan gambar-gambar yang believable. Kita serasa diajak berjalan-jalan ke sejumlah ikon kota London dan Manchester. Khusus, di Manchester kami merasa kota ini begitu tenang, sejuk, menyenangkan meski sejumlah tokoh dalam film digambarkan mengesalkan.

Pemburu di Manchester Biru tidak jelek. Namun tak bergejolak. Dimodali performa Adipati dan Ganindra, sebenarnya kami berharap Pemburu Di Manchester Biru jadi drama solid seputar kantor dan pertemanan. Mereka menyuguhkan, namun kurang nendang. Film ini juga lemah di aspek musik. Ilustrasi musiknya tipis-tipis dan kurang berkesan.

Plus tak ada lagu tema yang bisa kita kenang. Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, Pemburu Di Manchester Biru menjadi suplemen berikutnya bagi mereka yang tengah putus asa mengejar mimpi. Film ini menjadi penambah stamina bagi mereka agar bergairah kembali.

 

 

Pemain: Adipati Dolken, Ganindra Bimo, Vonny Cornelia, Donny Alamsyah

Produser: Hanif Thamrin, Reza Hidayat

Sutradara: Rako Prijanto

Penulis: Titien Wattimena, Hanif Thamrin

Produksi: Inti Makmur Internasional, Oreima Films

Durasi: 1 jam, 29 menit

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan