Bike Boyz: Teknik Editing Sahut Menyahut Menjadi Ciri Khas Film Ini

Bike Boyz diproduksi Starvision Plus dan disutradarai Aris Nugraha.

Diterbitkan 19 November 2019, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dalam pencarian ini, ada konflik lain yang melibatkan sahabat Agus, Marwan (Gariz Luiz). Suatu malam, Marwan dikeroyok anggota geng motor hingga babak belur. Belum selesai urusan Marwan, vespa Agus raib. Rangkaian konflik ini perlahan mencapai titik cerah bersama terungkapnya kasus terorisme di Kota Kembang.

Menyaksikan Bike Boyz seperti mengikuti aktivitas sehari-hari anak-anak geng Vespa. Hidup rukun bertetangga, menongkrong di markas dan makan bareng, melirik gebetan, mengitari kota bersama sahabat, serta masih banyak lagi. Untuk menghidupkan kisah ini, Aris Nugraha dan casting director membuat keputusan yang terbilang berani. 

Lumrah Saja

Perhatikan para pemainnya, tak ada bintang papan atas yang terlibat. Aris tampaknya ingin menampilkan cerita yang natural bersama wajah-wajah yang “merakyat.” Wajah yang istilahnya sangat Sunda sehingga penonton tidak berjarak dengan mereka, logika pun tak harus berpikir keras.

Tentu saja ini menimbulkan sejumlah konsekuensi. Mereka yang menonton berdasarkan asas “yang main film siapa saja?” tentu berpikir keras sebelum membeli karcis. Belum lagi posternya eksentrik, tidak memberi klu siapa tokoh utama siapa penjahat. 

Sejujurnya poster seperti ini justru bikin penasaran. Tidak seperti poster film Indonesia pada umumnya. Ditilik dari aspek penceritaan, Aris menggunakan teknik editing yang bertumpu pada sambungan dialog. Akhir dialog sebuah adegan “dijawab” oleh awal dialog berikutnya.

Meski sebenarnya tidak nyambung karena beda konteks pembicaraan, tapi justru efektif menciptakan momen kocak. Sekali dua kali tiga kali, teknik penyuntingan ini bikin penonton terbahak. Kali keempat dan seterusnya terasa lumrah saja. 

Selamat Menonton

Tampaknya, Aris hendak menjadikan metode penyuntingan ini sebagai ciri khas film. Karenanya teknik ini dipertahankan hingga cerita tuntas. Pada akhirnya kita paham bahwa setiap film mempunyai kekurangan dan kelebihan. Begitu pula Bike Boyz. Meski punya plus minus, Bike Boyz mengirim energi positif terkait rasa setia kawan, komitmen mengamankan lingkungan sekitar, dan persaudaraan di tengah perbedaan. 

Ini sudah menjadi ciri khas film-film Starvision sejak lama, yakni menghasilkan produk dengan semangat positif. Terlepas dari hasil akhirnya, Aris layak mendapat kesempatan untuk membuat film lagi, yang berbeda, terlepas dari bayang-bayang Preman Pensiun. Bike Boyz tetap menjadi film menghibur, dengan akhir cerita yang melegakan serta meneduhkan hati. Selamat menonton!

Pemain: Acep Bancet, Aline Manza, Gariz Luiz, Damar RM, Andi Josalim, Dicky Satria, Delisa Herlina, Birgi Putri

Produser: Chand Parwez Servia, Fiaz Servia

Sutradara: Aris Nugraha

Penulis: Aris Nugraha

Produksi: Starvision Plus (2019)

Durasi: 1 jam, 35 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan