5 Hit Besar Potret Karya Melly Goeslaw Sebelum Lagu Nana Nana

Kini selain Melly Goeslaw dan Anto Hoed, Potret diperkuat Aksan Sjuman (drum), Nikita Dompas (gitar), dan Merry Kasiman (kibor atau piano).

Diterbitkan 05 November 2019, 10:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Bagaikan Langit (Cafe, 1998)

Ini lagu Potret paling enteng, mewakili perasaan perempuan pada umumnya saat kasmaran. Diaransemen dengan dominasi entakan drum, bas, dan gitar elektrik, Melly Goeslaw menceritakan indahnya jatuh cinta hingga melayang ke langit ketujuh.

Tak hanya unggul dari aspek intepretasi, videoklip “Bagaikan Langit” memperlihatkan polah Melly dalam berbagai kostum. Disunting seiring irama musik, videoklip “Bagaikan Langit” diganjar Penyunting Gambar Terbaik di ajang Video Musik Indonesia 1999.

 

 

Diam (Cafe, 1998)

“Diam” dari album Cafe 1998 adalah mahakarya yang menajamkan posisi Potret membela sekaligus mengkritisi posisi perempuan dalam hubungan dengan lawan jenis. “Diam” menceritakan perempuan korban kekerasan verbal dan fisik. Ia dimarahi, dijambak, diludahi, dan ditunjuk. Atas nama cinta, ia bertahan. Namun kesabarannya tiba di ambang batas, saat ia dipaksa berhubungan intim. “Oh, oh, oh sudah terlalu. Oh, oh, oh, tak kumaafkan, tak kumaafkan,” ratap Melly jelang refrain. Yang tersisa dari hubungan beracun ini, harga diri perempuan.

Lewat “Diam” Melly mengingatkan, cinta tak sampai menyakiti perempuan secara fisik maupun psikis. Jika itu terjadi dan perempuan bertahan, Melly menyebut kondisi ini dengan, “Sabarnya aku, oh oh oh, hinanya aku.” Dan saat perempuan dipaksa berhubungan intim (padahal belum resmi) oleh pacar atas nama cinta, Melly berteriak, “Kau paksaku berbuat, ku tak diam!” Videoklip “Diam” yang digarap Jose Poernomo dan Dimas Djayadiningrat memperlihatkan Melly depresi, merokok, sambil duduk di kloset. Berkonsep monokrom, videoklip ini meraih penghargaan Artis Dengan Intepretasi Terbaik di Video Musik Indonesia 1998.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Hernowo AnggieTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan