Ad Astra: Pencapaian Akting Brad Pitt dan Teknis James Gray

Film Ad Astra diproduseri sekaligus dimainkan oleh Brad Pitt.

Diterbitkan 26 September 2019, 13:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ad Astra yang diproduseri sekaligus dimainkan Brad Pitt sekali lagi membuktikan kedigdayaan akting bekas suami Angelina Jolie. Ad Astra juga mencerminkan terbatasnya pengetahuan manusia dalam memahami semesta dan pola pikir Sang Arsitek Jagat Raya. Jangankan pola pikir-Nya, mencerna sudut pandang anggota keluarga sendiri saja sulit. Ad Astra juga menambah panjang daftar kisah manusia di luar angkasa. Gravity yang memborong 7 Piala Oscar, Interstellar, The Martian, dan Passengers lebih dulu menyita perhatian kita.

Ad Astra mengisahkan Roy McBride (Brad) yang mengalami kecelakaan karena kapal antariksanya mengalami lonjakan daya. Lonjakan daya membuat sejumlah astronaut AS terpelanting dan cedera. Roy yang selamat dipanggil para petinggi Space Command (SpaceCom) Amerika Serikat. Roy dikabari bahwa lonjakan daya ini disebut Gelora, yang berasal dari Neptunus. Para ahli curiga, Gelora berkaitan dengan proyek Lima, pimpinan Dr. Clifford McBride (Tommy) yang tak lain ayah Roy. Clifford dikenal sebagai pelopor.

Clifford manusia pertama yang singgah di Jupiter, Saturnus, dan kini Neptunus. Roy diminta menyusul Clifford untuk mengecek benarkah sang ayah masih hidup. Jika ya, Roy diminta melobi Clifford menghentikan Gelora yang mengancam eksistensi tata surya. Misi ini bersifat rahasia. Roy dibuat seolah pelesir ke bulan, melipir ke Mars, lalu diam-diam terbang ke Neptusnus. Konsekuensinya, hubungan Roy dengan istri, Eve (Liv) memburuk. Di Mars, Roy bertemu Helen Lantos (Ruth). Darinya Roy tahu ada apa sebenarnya di balik proyek Lima.

Ad Astra yang digadang-gadang jadi salah satu unggulan Oscars tahun depan memang unggul di banyak aspek. Pertama, tentu saja akting Brad Pitt. Emosi yang dikirim Brad mengingatkan kita pada aktingnya di Moneyball (2011). Tenang, menyimpan gejolak di dalam, lalu mengalirkan bulir-bulir emosi tapi tidak di semua momen. Sekalinya menemukan momen pas, kita dibuat hanyut oleh air mukanya yang “bergelombang.” Momen ia melihat angkasa dari balik kaca jendela usai terjadi sebuah peristiwa besar, misalnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Tengok pula bagaimana peralihan air muka Brad Pitt dari kali pertama mengirim pesan suara atas nama institusi. Lalu bandingkan saat ia mengirim pesan suara (dari ruang kapal angkasa yang sama) atas nama pribadi. Matanya yang berkaca adalah cerminan degup jantung yang tidak setenang dulu. Tak sembarang aktor bisa tetap “anggun” dengan konflik batin semenumpuk ini. Brad Pitt dalam kondisi ini dikenal jago.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Rizky Aditya SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan