Ready Or Not: Komedi Hitam Super Asyik yang Bikin Dengkul Lemas

Yang menarik, Ready Or Not tak memasang bintang papan atas atau peraih Oscar.

Diterbitkan 01 September 2019, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komedi hitam tidak hanya menyoal kritik sosial atau parodi politik. Kriminal seperti praktik pencucian uang, sekte sesat yang menjurus pelegalan pembunuhan, atau orientasi seks bisa menjadi materi komedi hitam yang menarik. Ready or Not, misalnya. Ready Or Not menampilkan horor yang berangsur menjadi black comedy. Jika diibaratkan kain, Ready Or Not merentangkan kanvas dengan motif gado-gado dari drama kriminal, konflik keluarga, kisah cinta, lalu horor dengan adegan konyol berfondasi fiksi.

Yang menarik, Ready Or Not tak memasang bintang papan atas atau peraih Oscar. Samara Weaving yang belum dikenal luas oleh publik didapuk menjadi pemeran utama. Ia diapit dua aktor dengan garis wajah bertolak belakang. Pertama, Adam Brody yang bad boy, di film ini awalnya seperti boneka yang gampang disetir. Kedua, Mark O’brien dengan wajah priayi dan baik-baik. Dialah alasan masuk akal bagi perempuan mana pun untuk mengakhiri masa lajang.

Ready or Not menciptakan dunia kecil yang berpusat pada keluarga kaya raya Le Domas. Adalah Tony Le Domas (Henry) yang membesarkan bisnis mainan hingga klannya bergelimang harta. Putra Tony, Alex (Mark) jatuh cinta pada gadis yatim piatu, Grace (Samara). Pernikahan keduanya digelar secara privat di halaman rumah keluarga Le Domas yang luas. Bibi Helena (Nicky) tampak sebal dengan pernikahan ini sementara ibunda Alex, Becky (Andie), antusias menyambut kedatangan menantu.

Resmi menikah, Grace dan Alex tak serta merta bisa menikmati malam pertama. Helena meminta keduanya berkumpul di ruang keluarga. Di sana, digelar ritual menyambut anggota keluarga baru dengan menggelar permainan. Grace diminta mengambil kartu dari boks kecil. Apes, kartu Grace bertuliskan hide and seek. Ini bukan petak umpet biasa. Grace diminta bersembunyi sementara seluruh anggota keluarga Le Domas kecuali Alex memburu Grace untuk membunuhnya. Grace tak menyangka malam pertamanya berlumur darah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ini kisah satu malam yang menuntut tokoh utama mempertahankan nyawa. Dalam semalam, apa pun bisa terjadi termasuk terbunuh atau menyingkap sifat asli para peserta permainan. Petak umpet berdarah adalah problem sekaligus medium titik balik dua tokoh utama. Grace di tangan Samara di luar dugaan menjadi magnet utama dan tampak bersinar. Samara mengeksekusi setiap fase suasana hati dengan meyakinkan.

Halaman
Show All
Liputan6.com, Rizky Aditya SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan