Sebelum Gundala, Ini 5 Karya Terbaik Joko Anwar

Kami ajak Anda menengok lima karya keren Joko Anwar sebelum Gundala.

Diterbitkan 31 Agustus 2019, 20:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Diganjar tiga piala Citra untuk Naskah Berbahasa Indonesia Terbaik, Tata Artistik, dan Sinematografi Terbaik. Kala juga menang di sejumlah festival luar negeri.

Pintu Terlarang (2009)

Dalam Pintu Terlarang, Joko Anwar menciptakan alur serumit dan semengasyikkan labirin. Cerita bermula dari hidup seorang pematung sukses, Gambir (Fachri Albar) yang dimintai tolong anak berusia 7 tahun yang disiksa dua orang misterius.

Ia lalu mencurigai sang istri, Talyda (Marsha), terlibat dalam kasus ini. Kekuatan film ini terletak pada kelihaian Joko menjaga rahasia dan ketegangan.

Hingga akhir cerita barulah terkonfirmasi apa yang sebenarnya terjadi di dunia Gambir-Talyda. Menegangkan. Mencengangkan.

Pengabdi Setan (2017)

Film horor lokomotif penggerak industri layar lebar Indonesia. Film horor pula yang merusak. Begitu celoteh sejumlah pencinta film. Itu sebabnya horor kerap dipandang sebelah mata lantaran digarap seadanya dengan bumbu seks yang tidak perlu.

Puncaknya pada 2011, ketika tak ada satu pun film lokal yang tembus sejuta penonton. Pengabdi Setan sebagai tribut untuk versi klasiknya (Sisworo Gautama, 1980), upaya Joko Anwar mengembalikan marwah horor lokal yang ternoda.

Versi Joko menceritakan beberapa bulan sebelum tragedi Pengabdi Setan 1980 terjadi. Diceritakan intens, para pemain tampil dengan energi tinggi.

Sukses mengumpulkan 4,2 juta penonton dan memborong 7 Piala Citra, inilah horor tersukses juga terbaik sepanjang sejarah! Gara-gara Pengabdi Setan, kata 'ibu' terdengar seram. (Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan