Sebelum Bumi Manusia, Ini 5 Film Terbaik Karya Hanung Bramantyo

Film-film Hanung Bramantyo sering dilirik juri festival dan mondar-mandir di tangga box office.

Diterbitkan 16 Agustus 2019, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kartini (Screenplay Films, Legacy Pictures, 2017)

Giliran Hanung bertemu diva layar perak Christine Hakim lewat Kartini. Film peraih 13 nominasi Piala Citra ini menjadi parade akting memikat dan pencapaian teknis nan manis. Sosok Kartini dipotret dari sisi manusiawi. Dampaknya, muncul beberapa adegan yang menguras emosi.

Pertautan Christine dan Dian Sastrowardoyo jadi daya tarik utama. Momen Ngasirah (Christine) menyetrika baju, mencongkel jendela kamar, hingga puncaknya Kartini pamit kepada ibunya saat menyandang gelar Raden Ajeng selamanya dikenang penonton. Ngasirah mengantar Christine meraih Piala Citra kedelapan.

Perempuan Berkalung Surban (Starvision, 2009)

Hanung lewat film ini mengambil sikap tegas menyoal posisi perempuan, khususnya dalam khazanah Islam. Ia tak lagi bicara soal nasib perempuan dipoligami melainkan cinta, kebebasan membuat pilihan yang berdampak pada nasib maupun masa depan, hingga kesetaraan gender.

Lewat Ayat-ayat Cinta Hanung dianggap bikin tren genre drama religi. Namun inilah drama berbasis religi yang sebenarnya. Widyawati tampil gemilang, Revalina S. Temat mengirim emosi tepat sasaran. Bagi yang meragukan kapasitas Hanung sebagai starmaker, ingatlah Reza Rahadian meraih Piala Citra pertama lewat film ini.

Tanda Tanya (Mahaka Pictures, Dapur Film, 2011)

Selain menghibur, film pada hakikatnya cermin sosial, tempat masyarakat berkaca serta mengevaluasi wajah mereka sendiri. Tanda Tanya, salah satu medium terbaik bagi Indonesia buat berkaca. Intoleransi, kekerasan yang mengatasnamakan agama, dan konflik horizontal lain yang belakangan menodai keragaman Tanah Air terbingkai dalam keping-keping kehidupan karakter di film ini.

Ada istri salehah yang bekerja di rumah makan Tiongkok. Ada ibu yang berbeda keyakinan dengan putranya. Ada aktor amatir yang menyambung hidup dengan memerankan adegan penyaliban Yesus, hingga pengorbanan seorang Muslim untuk menyelamatkan jemaat gereja dari teror bom.

Tanda Tanya adalah cubitan yang mendarat di hati nurani. Terlepas dari kontroversi yang menyertai, film yang ditonton setengah juta orang lebih ini sekali lagi jadi bukti kepekaan Hanung sebagai sutrdadara sekaligus penulis naskah dalam menangkap persoalan, lalu mengembalikannya kepada masyarakat. Sepuluh nominasi Piala Citra (menang Sinematografi Terbaik) menempatkan Tanda Tanya sebagai salah satu yang terbaik pada tahunnya. (Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Rizky Aditya SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan