Sukses

Film Makmum: Ada Dua Adegan yang Bikin Jantung Seperti Mau Copot 

Liputan6.com, Jakarta Film pendek Makmum yang berdurasi 8 menit mengisahkan siswi asrama yang terjaga pada dini hari nan sepi. Ia lantas wudu, memakai mukena, menggelar sajadah, dan mendirikan salat. Siswi ini memergoki daun pintu bergerak-gerak. Ia berpikir, sahabatnya ingin bergabung dan menjadi makmum. Pintu kamar lantas dibiarkan terbuka.

Di tengah salat, ia mendengar bisikan yang mengikuti doa yang dirapalnya. Siswi ini merinding, merasakan kehadiran makmum. Hanya saja, saat salat tuntas dilakukan ia tak mendapati seorang makmum pun di belakangnya.

Diserang ketakutan, siswi ini mengetuk satu per satu kamar sahabatnya yakni Nisa, Lina, dan Vir (entah namanya Vira atau Virny). Namun tak ada balasan. Ia kemudian menghubungi seorang sahabat. Sang sahabat mengaku ia meninggalkan asrama sejak siang. Makin takut, ia menutup pintu kamar. Saat itulah tampak sang makmum di antara mukanya dan pintu yang hendak ditutup.

Film pendek Makmum adalah kisah satu malam yang mencekam, saat diangkat ke layar lebar masihkah sensasi serupa terasa?

 

2 dari 4 halaman

Misteri di Asrama

Makmum versi layar lebar mengisahkan Rini (Titi Kamal), petugas kamar mayat yang diusir dari rumah kontrakan lantaran menunggak iuran selama beberapa bulan. Tak tahu harus ke mana, Rini balik ke asrama tempat ia dulu tinggal. Dulu, Rini tinggal di asrama yang diurus Kinanti (Jajang C Noer).

Kini, Kinanti mengidap penyakit yang membuat pita suaranya tak berfungsi. Kondisinya melemah dan digantikan Rosa (Renny Yuliana). Seluruh siswi asrama tengah pulang kampung kecuali Nurul (Tissa Biani), Putri (Adila Fitri), dan Nisa (Bianca Hello). Sejak asrama sepi, Putri kerap kerasukan. 

Rosa menduga ini akal-akalan Putri agar lolos dari hukuman dan tidak disuruh bekerja. Kembalinya Rini ke asrama disambut Kinanti dan sopir mobil asrama Slamet (Arief Didu). Rini memperingatkan Rosa ada yang tak beres dengan asrama ini. Rosa tak percaya sampai suatu malam ia didatangi Kinanti dengan rambut tergerai, mata melotot, dan wajah pucat. Malam itu Kinanti yang biasanya tak berdaya di kursi roda berdiri dan melakukan tindakan tak terduga.

3 dari 4 halaman

Tokoh Pria

Risiko terbesar Makmum yakni merentangkan cerita dari durasi 8 menit menjadi 1,5 jam. Cerita satu malam yang simpel menjadi kompleks, lebih banyak konflik maupun karakter. Namun jangan sampai ada adegan yang diulur sehingga terasa berlarut-larut demi memenuhi standar durasi. Sudut pandang dan penokohan pun bergeser.

Makmum versi layar lebar tidak menempatkan siswi asrama sebagai tokoh utama melainkan alumni. Ia tak bisa berjuang sendiri, karenanya Ganda (Ali Syakieb) hadir. Apa kiprah Ganda dan sangkut pautnya dengan asrama putri, Anda harus saksikan sendiri.

Kedatangan Ganda selain dibutuhkan cerita juga menepis minornya tokoh laki-laki di Makmum. Ganda menjelaskan dengan gamblang apa itu Makmum dan mengapa iblis menyamar menjadi malaikat terang, bisa salat dan melantunkan ayat. Motivasi dan kemampuannya dibahas dalam satu sesi singkat untuk kemudian kembali ke konflik awal.

Ketakutan dibagikan dalam beberapa sudut pandang. Pertama, tentu dari Rini. Pekerjaannya saja sudah horor. Masih ditambah kembali ke asrama. Kedua, tiga siswi yang gagal liburan dan “terjebak” di asrama. Ketiga, suasana asrama itu sendiri.

Hampir 75 persen adegan diambil di asrama. Kalau pun ada lokasi lain, yakni kamar mayat, rumah kontrakan, dan jalanan penghubung kontrakan, asrama, serta musala. Dijahit dengan mulus dan lumayan rapi. Lokasi diceritakan di Sragen, Jawa Tengah. Tak heran motor dan mobil dengan pelat AD berseliweran. Yang kurang terasa bisa jadi percakapan dengan penduduk atau tetangga dengan aksen Jawa. Meski sebenarnya, logat Tissa Biani cukup medok.

 

4 dari 4 halaman

Dua Adegan

Yang patut dipuji pula dari Makmum, adalah cara Hadrah Daeng Ratu menyajikan teror. Ada dua adegan besar yang bikin jantung mau copot. Pertama, berhubungan dengan lemari. Menebak penampakan datang dari sini, setan muncul dari sana. Walhasil penonton tidak siap dan menjerit sekenanya.

Momen lain yang bikin merinding saat Nisa ke kamar mandi. Detail tirai dan pergerakan air yang tercurah berikut lembapnya dinding sukses bikin penonton senewen sendiri.

Sebagai sebuah horor, gaya bertutur Makmum sebenarnya tidak baru. Sebelas dua belas dengan Kutuk yang baru saja dirilis. Sekilas, lokasi syuting dan pergerakan kameranya mirip. Biang masalah dan bagaimana konflik diurai pun setipe. Makmum menjadi beda berkat ide orisinal dan gaya Hadrah, sang sutradara membangun ketegangan. Selain itu, para tokoh yang sudah punya pijakan sendiri.

Titi Kamal yang baru kali pertama main film horor tampak relaks. Caranya menangani mayat dan berpapasan dengan setan tampak sudah berpengalaman. Chemistry Tissa-Bianca-Adila terasa erat. Sebagai siswi senasib sepenanggungan, mereka punya respons berbeda terhadap masalah yang sama. Jajang tak perlu diragukan lagi. Arief sebagai pelumer ketegangan juga tak merusak cerita. Bisa jadi, Renny yang terlampau antagonis dan tipikal. Untungnya, ada penjelasan sekilas tentang mengapa ia sekaku itu.

 

Pemain: Titi Kamal, Ali Syakieb, Tissa Biani, Adila Fitri, Bianca Hello, Jajang C. Noer, Renny Yuliana, Arief Didu

Produser: Dheeraj Kalwani

Sutradara: Hadrah Daeng Ratu

Penulis: Alim Sudio, Vidya Talisa Ariestya

Produksi: Dee Company, Blue Water Films

Durasi: 95 menit

 

(Wayan Diananto)

Loading
Artikel Selanjutnya
Penonton Malaysia Kesurupan Usai Nonton Film Makmum
Artikel Selanjutnya
Hari Pertama Penayangan, Film Makmum Bayangi Bumi Manusia