Ghost Writer, Genre Gado-Gado dengan Semangat Maaf-maafan  

Sebagai komedi, Ghost Writer terasa tak biasa karena kelucuan yang timbul bukan dari adegan slapstick.

Diterbitkan 30 Mei 2019, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ada Isu Klasik

Peluru lelucon dalam Ghost Writer digulirkan dari dua sumber, yakni komika dan non-komika. Mayoritas lawakan efektif dan tepat sasaran. Tatjana dan Endy mengeksekusi adegan selama di rumah kontrakan dengan meyakinkan. Rekam jejak keduanya di genre lawakan memang belum tebal. Meski demikian, bonding keduanya tampak natural, nyaris tanpa jarak.

Di sisi lain ada beberapa pemeran pendukung yang menguatkan aura humor. Asri Welas dengan konsep “apa jeng-jeng” dan duet maut Arie Kriting-Muhadkly Acho sebagai pengamat film horor amatiran membuat Ghost Writer kaya akan letupan tawa. Film ini tak lantas menjadi pepesan kosong. Ia menyisipkan isu-isu hangat soal standar naskah sinetron harian kita hingga wajah mayoritas film horor lokal saat ini.

Karena dirilis pada minggu Lebaran, paruh kedua film ini mengembuskan isu klasik tentang saling memaafkan. Dibungkus dalam adegan semi-fantasi, esensi maaf-maafan lintas generasi versi Bene Dion berhasil membuat kami meneteskan air mata. Sensasinya sama seperti adegan puncak Sweet 20, saat Fatmawati alias Mieke (Tatjana Saphira) memaafkan putranya, Aditya (Lukman Sardi) bersama istri dan anaknya.

 

Atmosfer Lebaran

Dituturkan dengan runut dan cukup rapi, Ghost Writer menjadi suguhan ringan dengan atmosfer Lebaran yang kuat. Kekuatannya terletak pada keluwesan penulis naskah dalam menanamkan tema maaf-maafan di genre yang jauh dari drama namun dekat dengan lelucon. Posternya memang kurang menarik, trailernya pun kurang merayu, namun konten utuh film ini bisa dibilang membayar lunas keduanya.

Ghost Writer membuktikan, kelas skenario Ernest Prakasa telah menyemai benih regenerasi penulis naskah dan menumbuhkan ide cerita asli yang baru. Kita berharap, tahun depan akan ada Nonny-Nonny baru dengan gagasan yang lebih nendang untuk memajukan industri film Indonesia.

 

 

 

Pemain: Tatjana Saphira, Endy Arfian, Ge Pamungkas, Deva Mahenra, Ernest Prakasa, Asmara Abigail, Asri Welas

Produser: Chand Parwez Servia, Ernest Prakasa

Sutradara: Bene Dion Rajagukguk

Penulis: Nonny Boenawan, Bene Dion Rajagukguk

Produksi: Starvision Plus

Durasi: 1 jam, 37 menit

 

(Wayan Diananto)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan