Sukses

Uya Kuya Pernah Ribut dengan Orang yang Cubit Pipi Anaknya

Liputan6.com, Jakarta Ramainya pemberitaan mengenai seorang bayi yang pipinya mengalami merah-merah mengingatkan Uya Kuya. Dirinya mengaku pernah ribut dengan seorang fans yang mencubit pipi anaknya, Cinta Kuya.

Uya Kuya menceritakan kejadian itu terjadi saat dirinya liburan di Dunia Fantasi, Ancol. Peristiwa terjadi lantaran si pengunjung mencubit pipi putrinya, Cinta Kuya, hingga menangis.

"Dulu juga gitu waktu zamannya Cinta lagi terkenal-terkenalnya orang sembarangan nyubit pipi. Gue pernah berantem di Dufan, gara-gara nyubit pipi keras, Cintanya nangis. Terus dia bilang, 'sombong banget sih, anaknya enggak mau dipegang, iya memang anak gue kenapa? Karena lo sudah buat sakit anak gue'," ujar Uya Kuya saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

 

2 dari 3 halaman

Izin

Bagi Uya Kuya, orang-orang terkadang tidak memahami apa yang dialami oleh anak-anak saat pipinya dicubit. Apalagi, menyentuh seorang anak itu harus izin dengan orangtuanya.

"Orang kadang-kadang suka enggak punya otak. Anak lucu main cubit saja, bayi kan masih kecil, sakit. Megang saja sebenarnya harus izin orangtuanya dulu, karena kan kita enggak tahu tangan kita ada kotorannya apa enggak," jelas Uya.

 

3 dari 3 halaman

Tak Mau

Ternyata, Uya salah satu orang yang tidak pernah mau memegang anak orang lain walaupun ia gemas melihatnya. Karena ia takut terjadi apa-apa, apalagi seorang bayi yang masih rentan.

"Gue adalah satu-satunya orang yang enggak pernah sembarangan pegang bayi orang. Gue boro-boro minta izin, gue bukan enggak senang bayi, gue senang. Tapi gue enggak pernah mau, ih gendong nih. Kadang, 'Mas Uya foto anak saya digendong, aduh, ibu saja deh yang gendong'. Bukan apa, karena gue dari dulu sudah tahu kalau bayi itu rentan, kita enggak bisa sembarangan ngomong," pungkasnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Sudah Move On, tapi Luna Maya Belum Punya Pacar
Artikel Selanjutnya
Asmara Billy Syahputra dan Elvia Cerolline Dipastikan Bukan Rekayasa