Sukses

Tampil 3 Jam Penuh, Guns N' Roses Puaskan Penggemarnya

Liputan6.com, Jakarta - Axl Rose memang akan selalu menjadi primadona panggung Guns N' Roses (GNR). Namun, malam itu, di Gelora Bung Karno (GBK), bintang Slash, sang gitaris dan Duff McKagan (bass) tak kalah benderangnya.

Duff bahkan ikut menyumbangkan vokalnya secara penuh di lagu "Attitude" yang dirangkai dengan "You Can't Put Your Arm Around a Memory" pada lagu ke-12. Sementara Slash terus mendapat aplaus meriah dari penonton di setiap aksi dengan gitar Gibson-nya.

Konser Guns N' Roses "Not In This Lifetime" yang dipromotori TEM dan Unusual Entertainment, Kamis (8/11/2018) ini memang berlangsung meriah. Total 27 lagu, yang mereka bawakan, plus solo gitar Slash di tengah konser, memuaskan dahaga puluhan ribu penggemarnya yang hadir malam itu.

Faktor kehadiran Slash dan Duff memang menjadi kunci meriahnya konser Guns N Roses. Kehadiran kedua sosok ini pula yang membut konser "Not in This Lifetime" digelar sejak April 2016.

Slash dan Duff, bersama Axl merupakan personel formasi klasik Guns N' Roses yang menjulang namanya di era 1990-an, selain Izzy Stradlin (gitar) dan Steven Adler (drum). Kali ini mereka berkolaborasi dengan musisi yang direkrut Axl setelah formasi klasik. Sebut saja Richard Fortus (gitar), Frank Ferrer (drum), Mellisa Reese (keyboard), dan tentu saja Dizzy Reed yang sudah mengisi kibor sejak album Use Your Illusion I&II.

Konser ini sendiri dimulai tepat pukul 20.00 lewat 12 menit, saat lampu-lampu dimatikan, setelah sebelumnya Kikan memandu penonton menyanyikan lagu "Indonesia Raya".

Seperti di konser-konser mereka sebelumnya, Axl dan kawan-kawan langsung menggeber dengan lagu "It' so Easy" yang diambil dari album debut mereka, Apetite for Destruction (1987). Setelah itu, berturut-turut digeber dengan nomr dengan beat tinggi lainnya seperti "Mr. Brownstone", "Chinese Democracy", "Welcome to The Jungle", "Double Talkin' Jive", serta "Better".

2 dari 4 halaman

Axl Masih Energik

Gaya Axl, yang telah berusia 56 masih lincah, energik. Mengenakan celana jins belel yang sobek di kedua lututnya, kaos hitam dengan kemeja flanel dilingkarkan di pinggang, kaca mata hitam, dan sepatu boot ala cowboy, dia berlari ke sana-kemari, jejingrakkan mengikuti irama lagu.

Begitu juga dengan personel lainnya. Duff, Slash, dan Fortus, bergantian beraksi di bibir panggung, saat mendapatkan kesempatan. Konser juga semakin meriah dengan grafis-grafis yang ditampilkan di tiga layar raksasa di atas panggung.

Betul, vokal Axl memang tak lagi seperti terdengar di kaset atau cd. Banyak lagu yang harus dia nyanyikan dengan cara "memaksa" atau bahkan menggunakan falsetto alias suara palsu. Namun, pesona Guns N Roses toh tak luntur. Massa yang hadir di GBK tetap selalu memberi tepukan meriah setiap grup asal Los Angeles ini mengakhiri lagu.

Apalagi dengan aksi-aksi dari Duff dan Slash, yang sepertinya memang disediakan "panggung khusus" malam itu. Slash dengan gitar Gibson kesayangannya, berkali-kali dia membuat massa histeris dengan lengkingan gitarnya. Ada sedikit satu dua part meleset dari jentikan jarinya. Namun, Slash tetap selalu mendapat tempat di hati penggemarnya.

Di lagu "Estranged" misalnya, yang jadi lagu ketujuh malam itu, Slash mampu menghiptonis dengan melodi "signatured"-nya saat interlude. Sementara cabikan bass femonenal Duff memancing riuh massa, saat Guns N Roses memainkan lagu "Rocket Queen".

3 dari 4 halaman

Panggung Slash

Usai "Rocket Queen", GNR menyambungnya dengan "Live and Let Die", "You Could be Mine", "Attitude", dan "This I Love", setelah sempat memainkan "Slither". Ini adalah lagu Velvet Revolver, band bentukan Slash.

Pada lagu ke-14, Slash mengganti gitarnya dengan gitar double neck: akustik-elektrik. Tak lama mengalunlan "Civil War" yang diambil dari album Use Your Illusion II. Karaoke massa pun kembali menggema. "I don't need your civil waarr....."

Namun, panggung Slash sesungguhnya terjadi usai lagu "Coma" yang dimainkan sebagai lagu ke-15. Saat itu, stage memang benar-benar diserahkan kepada pria bernama asli Saul Hudson ini untuk memamerkan aksi-aksi solo gitarnya.

Axl pun memperkenalkan Slash dengan cara istimewa. Setelah memperkenalkan personel lainnya, Axl, yang sempat lima kali berganti kaos, berujar, "On the guitar...a quiet and shy man named Slash...."

Usai aksi solo Slash, yang dirangkai dengan lagu tema film The Godfather, GNR pun mengeluarkan lagu "kunciannya", lagu yang sedari tadi ditunggu-tunggu penonton, "Sweet Child O Mine".

Tak pelak, lagi-lagi koor massal pun tak bisa dihindari. Sepanjang lagu yang merupakan hits GNR di album debut ini, penonton terus bernyanyi, memuaskan hasrat hati mereka.

Usai "Sweet Child O Mine", Guns N Roses sempat membawakan dua lagu cover version berturut: Wichita Lineman (Glen Campbell) dan Wish You Were Here (Pink Floyd), sebelum Axl berlari ke arah piano dan mulai menjentikkan jarinya. Terdengarlah intro "November Rain", yang keramat itu.

Emosi penonton kembali memuncak. Meski malam itu tak jadi hujan, tetap saja Hujan November milik GNR ini diresapi begitu rupa. Lagu ini memang sempat menjadi hits besar di Indonesia pada tahun 1991 saat album Use Your Illusion I&II dirilis.

 

4 dari 4 halaman

Mengenang Chris Cornell

Lalu, Guns N Roses kembali memainkan cover version. Kali ini milik kelompok grunge Soundgarden, "Black Hole Sun". Sejak meninggalnya vokalis Soundgarden, Chris Cornell, Mei 2017, lagu ini memang jadi lagu cover wajib GNR dalam rangkaian tur Not in This Lifetime, selain "Slither", "Wish You Were Here", dan "The Seeker" (The Who).

GNR memang punya kedekatan dengan Cornell, terutama Duff, yang sempat bermain bersama almarhum pada band Mad Season.

Usai "Black Hole Sun", kemudian "Knockin on Heaven's Door", dan "Nightrain", GNR sempat "pamit" dan lampu panggung pun dimatikan.

Namun, tak lama mereka kembali dengan encore: "Patience", "Don't Cry", "The Seeker", dan menutup konser mereka selama tiga jam penuh itu dengan "Paradise City". Setelah itu, semua personel Guns N Roses mengucapkan salam perpisahan dengan memberi penghormatan kepada penonton.

"Untuk musisi seusia mereka, bermain konstan tiga jam penuh merupakan hal luar biasa," ujar Ricky Siahaan, gitaris Seringai, yang ikut hadir di GBK. "Stamina mereka luar biasa. Saya yakin, mereka benar-benar mempersiapkan konser ini, dengan hidup sehat, berolahraga."

Sementara pengamat musik Budi Ace, memuji penampilan Guns N Roses, terlepas dari fakta Axl kerap kedodoran di lagu-lagu dengan nada tinggi. "Secara show, saya kira sangat menarik. Semua mendapat panggung, Axl, Slash, Duff, juga gitaris Richard Fortus," ujarnya.

Hal senada diungkap pengamat musik Wendy Putranto. "Mungkin penampilan mereka tak lebih istimewa dibanding tahun 2012 lalu, tapi secara pertunjukan, overal, saya kira mereka cukup menghibur."

Tahun 2012 lalu, Guns N' Roses memang sempat menyambangi Indonesia. Namun, ketika itu, hanya Axl yang merupakan personel dari formasi klasik. Itu pula yang membuat konser mereka kali ini menjadi istimewa. "Kembalinya" Slash dan Duff berhasil memuaskan dahaga penggemarnya di Jakarta.

 

Artikel Selanjutnya
3 Cerita Unik Vokalis Guns N' Roses, Axl Rose
Artikel Selanjutnya
Guns N' Roses Konser di Jakarta, Axl Rose dan Slash Makin Akrab