Padukan Musik dan Tari Kontemporer, Eun-Me Ahn Kejutkan Pembukaan IDF 2018

Malam pembukaan IDF 2018 menjadi pembuktian janji Eun-Me Ahn.

Diterbitkan 09 November 2018, 09:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Maestro tari kontempores Korea Selatan Eun-Me Ahn, memenuhi janjinya untuk memberi kejutan di malam pembukaan Indonesian Dance Festival 2018 (IDF 2018) yang berlangsung di gedung Teater Besar Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Selasa (6/11/2018).

Sebelumnya, pada konfrensi pers IDF 2018 yang digelar Selasa (30/10/2018), di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Eun-Me Ahn berjanji menyuguhkan koreografi yang dinamis dan baru.

"Saya tidak bisa banyak bercerita kepada Anda. Yang pasti, ada sesuatu yang dinamis baik musik dan gerakan. Sesuatu yang besenyawa dengan tema Indonesian Dance Festival 'Democratic Body: How Soon Is Now?'," kata Eun-Me Ahn kepada Liputan6.com.

Dan malam pembukaan IDF 2018 menjadi pembuktian janji Eun-Me Ahn. Bersama tiga penari pria dan tiga penari wanita, ia menyuguhkan koreografi 'Let me change your name' yang berpadu dengan mengeksplorasi beragam musik dan bunyi-bunyian.

Identitas dan Kedudukan Manusia

Melalui koreografinya, Eun-Me Ahn mempertanyakan identitas dan kedudukan manusia di dalam masyarakat modern melalui permainan dengan pengulangan dan pertentangan.

Berbarengan dengan itu, ia juga mengeksplorasi kekayaan musik dan bunyi-bunyian yang dimilikinya. Mulai dari percik air, hentakan kain ke lantai, musik K-Pop sampai suara lenguhan.

Mengawali pertunjukan, ratusan penonton gedung Teater Besar Jakarta disuguhi ritmik magis dengan suara gemericik air. Iringan musik yang membawa tiga penari berbaju hitam bergerak pelan di panggung teater tanpa ekspresi.

Seolah membawa penonton ke alam bawah sadar, para penari terus bergerak pelan. Mereka mengeksplorasi luas panggung teater dengan gerakan meluncur.

Meniupkan Ruh

Selang sepuluh menit kemudian, Eun-Me Ahn tampil bersama mereka. Seolah meniupkan ruh, ia menghampiri tiga penari yang tegak mematung.

Kehadiran Eun-Me Ahn seolah menjadi tanda berakhirnya alam bawah sadar para penari. Musik berganti, ritmik magis berganti dengan musik K-Pop dinamis. Tiga penari bersalin rupa menjadi makhluk berwarna dengan balutan daster biru, kuning dan merah muda.

Para penampil benar-benar melesapkan diri dalam gerakan untuk menciptakan tubuh unik tunggal bersama-sama. Selama pertunjukan, seolah para penari pudar dan terhisap dalam kumparan kolektif tapi mereka juga hadir dengan kepribadian masing-masing.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kualitas sebagai seniman tari dunia dibuktikan Eun-Me Ahn melalui koreografinya. Tak mudah tentu, menjaga stamina terus bergerak selama 70 menit tanpa jeda. Dalam beberapa kesempatan, bahkan para penari memadukan gerakan akrobatik dengan iringan dentuman musik.

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan