Sukses

First Man: Darah dan Air Mata di Balik Pendaratan Neil Armstrong di Bulan

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tak kenal dengan nama Neil Armstrong dan cerita mengenai pendaratannya di bulan? Fakta mengenai hal ini, memang sudah bertahun-tahun dicetak dalam buku pelajaran. Namun ada banyak detail yang dilewatkan orang-orang atas peristiwa bersejarah tersebut. Hal inilah yang digali dalam film First Man.

Seperti judulnya, First Man mengulas tentang kehidupan Neil Armstrong, pria yang pertama kali menjejakkan kakinya di bulan.

Namun film ini tidak menggambarkan Neil Armstrong  (Ryan Gosling) sebagai sosok yang hebat dan super. Sebaliknya, First Man menampilannya sebagai sosok pria yang dilanda rasa galau dan segudang beban hidup.

Di menit-menit awal misalnya, penonton diperkenalkan dengan Neill yang terguncang dengan kematian putri semata wayangnya akibat kanker. Sementara itu urusan pekerjaannya pun tak berjalan dengan baik. Saat membaca pengumuman tentang rekrutmen astronaut untuk eksplorasi luar angkasa NASA, Neil pun tertarik.

Ia merasa ini akan membawa lembaran baru baginya.

 * Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 4 halaman

Intaian Kematian

Setelah bergabung dengan megaproyek ini, hidup Nail Armstrong tak lantas menjadi lebih baik. Ia memang bertemu dengan sejumlah rekan kerja yang menjadi sahabatnya, salah satunya Edward Higgins White (Jason Clarke). Namun ia lantas menyadari bahwa pekerjaannya membuat kematian mengintainya setiap saat.

Hubungannya dengan keluarganya memburuk, bahkan pada saat-saat menjelang keberangkatannya ke bulan. Namun perjalanannya ke bulan, ternyata memberikan satu hal yang berarti baginya.

3 dari 4 halaman

Drama Berbumbu Ketegangan

First Man, menghadirkan sejumlah detail mengenai pendaratan ke bulan yang mungkin tak banyak diketahui orang. Mulai dari pernyataan yang disiapkan NASA bila Neil Armstrong tak selamat dalam misinya, hingga kondisi di ruang kendali roket yang dikendarai para astronaut.

Namun kekuatan utama film ini, adalah sisi emosional para tokohnya yang digali dengan mendalam. Meski fisik dan mentalnya ditempa sedemikian rupa, para astronaut ini juga memiliki kekalutan saat berhadapan dengan kematian. Tak hanya dari karakter astronaut, hal ini juga diperdalam dari sisi keluarga para penjelajah angkasa ini.

Meski film  berjalan cukup lambat—dengan  durasi hampir mencapai 2,5 jam—First Man tak semata mengandalkan drama saja. Film ini juga menampilkan sejumlah ketegangan, terutama dalam bagian yang menampilkan misi perjalanan keluar angkasa.

 

4 dari 4 halaman

Reuni Ryan Gosling dan Damien Chazelle

First Man, adalah reuni sutradara Damien Chazelle dengan Ryan Gosling yang sebelumnya bekerja sama dalam La La Land. Berbeda dengan karakternya di La La Land, di film ini Ryan Gosling  menampilkan spektrum emosi yang lebih luas.

Sementara Damien Chazelle, banyak bereksperimen dengan menampilkan suasana klaustrofobik lewat permainan audio dan pengambilan gambar. Namun ia tetap menyelipkan ciri khasnya. Yakni musik yang mengiringi sejumlah adegan, layaknya sebuah pertunjukan musikal.

Artikel Selanjutnya
Smallfoot, Saat Manusia Hanya Dianggap Mitos Belaka
Artikel Selanjutnya
The Predator, Pertarungan Berdarah Melawan Pemburu Brutal Ruang Angkasa