Sukses

Hati Merdeka, Trilogi Terakhir Pasukan Indonesia

Liputan6.com, Jakarta: Hati Merdeka, adalah trilogi dari film sebelumnya Merah Putih dan Darah Garuda. Film ini masih mengisahkan perjuangan pasukan khusus Jenderal Sudirman yang dipimpin Kapten Amir (Lukman Sardi) bersama anak buahnya yakni Letnan Tomas (Donny Alamsyah), Letnan Dayan (Teuku Rifnu Winaka), Letnan Marius (Darius Sinathrya) serta Senja, perempuan satu-satunya dalam pasukan ini yang diperankan Rahayu Saraswati.

Film berlatar belakang agresi militer Belanda II pada 1948. Sudah tugas Kapten Amir mengatur strategi menghancurkan kekuatan Belanda dengan berbagai strategi. Termasuk ketika kisah film ini dibuka dengan adegan penyamaran Letnan Dayan, Letnan Marius, Budi, serta Senja sebagai pelayan di markas Belanda.

Ketika sejumlah pimpinan Belanda sedang bersantai dengan menggelar olahraga polo, anak buah Kapten Amir sibuk menjalankan tugas masing-masing. Letnan Marius dengan sedikit tegang bertugas mencuri peta penyerangan Belanda. Sementara Senja berperan dengan menyibukkan dua pimpinan Belanda agar tidak masuk ruangan di mana ada Letnan Marius di dalamnya.

Setelah beberapa tahap strategi hampir rampung, Budi bernasib sial. Ia tertangkap basah mengambil sejumlah dokumen penting milik Belanda. Kapten Amir dan Letnan Tomas yang berada di luar markas, kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya. Saat Letnan Tomas tak tahan untuk menembak semua tentara Belanda, Kapten Amir mencegahnya.

Kapten Amir lalu menyuruh Letnan Tomas meninggalkan lokasi. Setelah kawannya pergi, Amir lalu beranjak mengambil jarak tembak yang cukup terbuka. Ia hendak mengarahkan senapan ke tubuh Budi, sebagai bentuk pengorbanan agar misi mereka tidak ketahuan. Dengan sangat berat hati, Kapten Amir menembak mati Budi yang juga mengenai seorang tentara Belanda.

Alhasil terjadi kekacauan. Baku tembak tak terhindarkan. Letnan Dayan dan Marius serta Senja langsung melarikan diri naik kuda. Peluru-peluru pasukan Belanda melesat ke arah mereka. Tapi meleset hingga akhirnya Dayan, Marius, dan Senja berhasil kabur keluar markas.

Di sinilah perjuangan pasukan khusus Jenderal Sudirman ini dimulai. Di mana mereka mendapatkan misi baru dari sang pimpinan, untuk membunuh pimpinan pasukan khusus Depot Speciaale Troepen (DST) Belanda yang dipimpin Rammer. Ia dikenal keji. Dalam sejarah Rammer telah membantai 40 ribu orang.

Rammer banyak membunuh ribuan jiwa dalam peristiwa Sulawesi Selatan dan APRA di Bandung. Ia pun dituduh sebagai penjahat perang. Tugas Kapten Amir makin berat. Ia pun dihadapkan pada pilihan sulit, ikut memimpin pasukan membunuh Rammer atau mengundurkan diri dan mendampingi istrinya, Melati yang diperankan Astri Nurdin yang sedang hamil.

Konflik batin berperang di jiwa Kapten Amir. Sementara rasa cinta Tomas terhadap Senja terus bergejolak dalam hatinya. Tak tahan terus dipendam, Tomas pun mengutarakan keinginannya menikahi Senja. Sudikah Senja menerima cinta Tomas dan menikah? Sedangkan Amir benar-benar meninggalkan kawan-kawan berperang dan menunggu kelahiran anaknya pertama? Saksikan Hati Merdeka di bioskop-bioskop kesayangan Anda yang akan dirilis pada 9 Juni mendatang.(AIS)