Jumanji Welcome to the Jungle, Daur Ulang ala ABG Kekinian

Jumanji yang terbaru lebih dikondisikan sebagai film untuk remaja dan penonton yang usianya lebih tua.

Diterbitkan 21 Desember 2017, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Lihat saja, para karakter di film ini menggambarkan stereotip sosok ‘ABG zaman now’, mulai dari yang keranjingan media sosial sampai yang sinis dalam memandang berbagai hal.

Salah satu yang kena dampaknya, adalah humor yang dimasukkan ke dalam film ini. Selain sejumlah humor slapstick, banyak juga guyonan ‘nakal’ di dalamnya. Contohnya saja reaksi Bethany yang menyadari bahwa ia kini memiliki Mr P—humor yang mungkin membuat penonton teringat dengan konsep ‘penis envy’ dari Sigmund Freud.

Performa Prima Para Bintang

Dari segi cerita, Jumanji memang bisa dibilang terlalu dangkal. Misalnya saja tak ada penjelasan mengenai asal muasal Jumanji, atau bahkan tentang kekuatan asli permata yang diperebutkan. Van Pelt bahkan masih bisa menguasai hewan-hewan di Jumanji tanpa permata tersebut.

Sementara cerita perkawanan keempat tokoh remaja dalam film ini, juga tak terasa terlalu orisinal—sedikit banyak mengingatkan pada film The Breakfast Club. Bahkan dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair, produser Jumanji, Matt Tolmach, mengaku memang menjadikan film remaja klasik ini sebagai salah satu patokan.

Yang menarik dari film ini, adalah performa para pemainnya. The Rock, nampaknya kian luwes memainkan karakter berpenampilan keren tapi berperilaku menggelikan. Begitu pun dengan Kevin Hart. Jack Black juga tak kalah, ia memainkan peran Bethany dengan porsi kemayu yang pas: mengocok perut, tapi tak berlebihan.

Jumanji rasa baru ini, memang masih mampu mengocok perut dan menghibur penonton dengan gayanya yang berbeda dari film versi 1995. Namun sepertinya, film versi baru ini akan susah menyaingi nama besar pendahulunya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan