Menelusuri Isi Surat Kurt Cobain Sebelum Bunuh Diri

Belum banyak yang mengetahui seperti apa isi surat Kurt Cobain, yang berisi pesan sebelum bunuh diri.

Diterbitkan 21 Desember 2017, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Kurt Cobain belakangan ini santer terdengar kembali. Mendiang vokalis Nirvana itu banyak diperbincangkan berkenaan dengan kematian salah satu personel grup K-Pop SHINee, Kim Jonghyun.

Pasalnya, belum lama ini tersiar kabar bahwa lima bulan sebelum bunuh diri, Jonghyun pernah mengenakan blazer yang di bagian bawahnya menampilkan surat Kurt Cobain sebelum sang vokalis mengakhiri nyawa di tangannya sendiri.

Kurt Cobain (Foto: Spin.com) 

Kontan, banyak yang mengaitkan bahwa keputusan Jonghyun untuk bunuh diri dengan mengirup gas karbon monoksida, terinspirasi dari surat Kurt Cobain tersebut. Ditambah lagi, usia Jonghyun saat bunuh diri sama dengan usia vokalis Nirvana tersebut ketika hendak bunuh diri.

Seolah meniru Kurt Cobain, Jonghyun juga menuliskan pesan kepada kakaknya bahwa ia selama ini mengaku depresi. Belakangan ini, surat sang idola K-Pop itu telah dibeberkan. Namun, masih belum banyak yang mengetahui seperti apa isi surat dari Kurt Cobain terutama generasi millenial.

Perasaan Bersalah

Situs kurtcobainssuicidenote.com mencantumkan isi surat Kurt Cobain secara lengkap sebelum ia bunuh diri menggunakan senapan gentel (shotgun).

Di dalamnya, Kurt Cobain menyampaikan unek-uneknya selama ia berkarier sampai kepada kehidupannya. Surat terakhir ini juga mengungkapkan perasaan bersalah Kurt Cobain terhadap hal-hal yang selama ini ada di dalam pikirannya.

Di awal surat, terdapat kata-kata "To Boddah", yang merupakan nama teman imajinasi Cobain semasa kecil. Kemudian, Cobain juga mengutip lirik lagu Neil Young yang berjudul "My My, Hey Hey (Out of the Blue)": "It’s better to burn out than to fade away." Selain itu, punggawa band Queen, Freddy Mercury, juga disebut-sebut sebagai pembanding dirinya dalam hal mencintai dan menghargai para penggemar.

Berikut isi suratnya yang sudah diterjemahkan secara bebas.

Isi Surat Kurt Cobain

Kepada Boddah

(Aku) berbicara dari lidah orang dengan pengalaman sederhana yang jelas lebih suka menjadi pengeluh kekanak-kanakan dan merasa lemah. Catatan ini seharusnya cukup mudah dimengerti.

Semua peringatan dari jalur punk rock 101 selama bertahun-tahun, sejak perkenalan pertamaku kepada, katakan saja, etika yang terlibat dengan kebebasan dan kemegahan komunitasmu terbukti sangat benar. Selama beberapa tahun ini aku sudah tak bisa merasakan lagi kegembiraan dalam mendengar, meresapi, dan juga menciptakan musik. Aku merasa bersalah akan hal ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Contohnya ketika kami ada di belakang panggung, dan lampu-lampu panggung menyala serta orang-orang berdesakan menunggu kami sambil berteriak histeris. Itu tidak mempengaruhiku seperti halnya mempengaruhi Freddie Mercury, yang dengan catatan sangat mencintai dan menikmati kekaguman penonton di bawah panggung. Semuanya itu merupakan sesuatu yang sangat aku kagumi sekaligus membuatku iri. Sebenarnya aku tidak bisa membohongimu, kalian semua, atau aku sendiri, ini jelas tidak adil bagi kalian dan juga bagiku. Kejahatan terburuk yang pernah aku perbuat adalah berpura-pura pada semua orang bahwa aku orang yang sangat bahagia 100%. Kadang aku perlu mendapatkan dorongan persis sebelum aku naik ke atas panggung. Aku sudah mencoba sekuat tenaga untuk menghargainya. Dan aku benar-benar menghargai hal itu (dan Tuhan, aku meyakini-Nya, percayalah aku meyakini-Nya, tapi itu tidak cukup). Aku menghargai kenyataan banwa aku dan kami (Nirvana) telah memengaruhi dan menghibur begitu banyak orang. Aku pasti salah satu orang narsistik yang hanya menghargai sekitar ketika mereka pergi. Aku terlalu sensitif. Aku perlu sedikit mati rasa untuk menghadirkan kembali antusiasme semasa kecil. Dalam tiga tur terakhir kami, aku telah banyak mengapresiasi orang-orang yang aku kenal secara dekat dan para penggemar musik kami, tapi aku tetap tidak bisa menghilangkan rasa frustrasi, perasaan bersalah, dan empatiku kepada semua orang. Ada kebaikan di antara kita semua dan aku pikir aku benar-benar sangat mencintai umat manusia, terlalu banyak sampai itu membuatku sedih. Orang menyedihkan hina, sensitif, tidak menghargai, (berzodiak) Pisces yang percaya Yesus. Kenapa kau tidak menikmatinya saja? Aku tidak tahu! Aku memiliki seorang seorang istri bak dewi yang bekerja keras dengan ambisi dan empati dan seorang putri yang mengingatkanku harus bagaimana, penuh cinta dan kegembiraan, mencium setiap orang yang ditemuinya karena semua orang baik dan tidak akan menyakitinya. Dan itu membuatku takut sampai pada titik di mana aku hampir tidak bisa berfungsi. Aku tidak tahan membayangkan Frances menjadi mendiang rocker yang menyedihkan, merusak diri sendiri, seperti yang telah aku alami. Aku memiliki kehidupan saya sangat-sangat baik, dan aku bersyukur, tetapi sejak berumur tujuh tahun, aku mulai membenci umat manusia secara keseluruhan. Hanya karena begitu mudahnya orang-orang berteman dan merasakan empati. Dan aku rasa, saat ini aku memiliki empati. Hanya karena aku sangat menyayangi dan menyesal kepada semua orang yang terlalu banyak aku terka-terka. Terima kasih dari dasar perut mualku yang terbakar, atas surat-surat dan perhatiannya selama bertahun-tahun belakangan ini. Aku terlalu menjadi bayi yang tak menentu, berubah-ubah sikapnya! Aku tidak memiliki semangat lagi, jadi ingatlah, lebih baik habis terbakar daripada memudar. Damai, cinta, empati,Kurt Cobain Frances dan Courtney, aku akan selalu di sisimu. Tetaplah berjalan Courtney, demi Frances. Bagi hidupnya, yang akan menjadi sangat bahagia tanpaku. AKU CINTA KAMU, AKU CINTA KAMU!

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Hotnida Novita Sary, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan