Sukses

Tak Masuk Golden Globes 2018, Fans Wonder Woman Protes

Liputan6.com, Los Angeles - Ajang penghargaan Golden Globe Awards ke-75 tahun 2018 tak hanya menyisakan sukacita, tapi juga rasa dongkol. Setelah Kristen Bell, Garrett Hedlund, Sharon Stone, dan Alfre Woodard mengumumkan daftar nominasi pada Senin (11/12/2017), fans Wonder Woman pun meradang.

Pasalnya, meskipun dipuji banyak kritikus secara besar-besaran, Wonder Woman tetap tak masuk ke dalam kategori mana pun di Golden Globe Awards 2018. Bahkan, aktris Gal Gadot dan sutradara Patty Jenkins tak dimasukkan ke dalamnya.

Patty Jenkins, sutrada film Wonder Woman ini berhasil memecahkan sejumlah rekor box-office tahun ini. Ia menjadi wanita pertama yang menyutradarai film dengan penghasilan lebih dari 100 juta dollar AS pada pemutaran pertama. (Dimitrios Kambouris /AFP)

Para penggemar pun membuka Twitter untuk melampiaskan kekecewaannya karena tak ada nama sutradara Wonder Woman, Patty Jenkins, di jajaran nominasi sutradara terbaik. Bahkan, Greta Gerwig yang menyutradarai Lady Bird juga tak ada di dalam nominasi. Hal ini membuat sebagian besar penggemar jengkel karena tak ada sutradara wanita di kategori Sutradara Terbaik.

"Greta gerwig menyutradarai Lady Vird. 197 ulasan. 99% di rotten tomatoes. Patty Jenkins menyutradarai Wonder Woman. Satu dari film terbesar tahun ini. Sukses secara kritik juga. Golden Globes masih lebih memilih untuk menominasikan 5 pria di kategori 'Sutradara Terbaik' mereka. Biarkan meresap," kata seorang warganet.

 

 

1 dari 2 halaman

Banjir Sindiran

Saoirse Ronan dalam Lady Bird (2017). (IMDb)

"Bangganya semua pria dinominasikan untuk Sutradara Terbaik di Golden Globes karena tak ada wanita yang bisa menjadi pesaing sesungguhnya.. oh tunggu.. apa kau tak melihat Wonder Woman dan Lady Bird?? Ayolah @goldenglobes," kicauan di Twitter dari pengguna lain lebih pedas.

Tak sampai di situ, ada juga yang mengancam tak akan menyaksikan Golden Globe Awards 2018 sebagai bentuk protes. Beberapa juga menganggap panitia ajang tersebut masih merendahkan eksistensi film superhero.

Kategori film animasi terbaik pun tak memasukkan film bertema superhero, seperti The Lego Batman Movie dan Captain Underpants.