Deretan Anak Band yang Mengakhiri Hidupnya dengan Tragis

Siapa sajakah mereka, berikut beberapa vokalis mancanegara yang kami catat.

Diterbitkan 22 Juli 2017, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Entah apa yang ada di pikiran anak-anak band di luar negeri sana. Nama besar dan fans yang mengelilingi mereka, ternyata tak selamanya mengenakkan. Beberapa di antara mereka malahan mengakhiri hidup dengan bunuh diri.

Itulah yang dilakukan oleh sejumlah vokalis di luar negeri yang memilih jalan bunuh diri. Stres dan tuntutan hidup yang begitu besar menjadi salah satu penyebabnya.

Siapa sajakah mereka, berikut beberapa vokalis mancanegara yang kami catat.

 


Simak Video Menarik di Bawah Ini:

Kurt Cobain

Nama Kurt Cobain menjadi salah satu vokalis dan anak band yang membuat perubahan besar pada sejarah perkembangan musik dari tahun 1980 ke 1990. Kurt Cobain seorang vokalis dari band bernama Nirvana. Ia lahir di Washington, Amerika Serikat, pada tanggal 20 Februari 1967 dan meninggal pada tanggal 5 April 1994.

Pada masa sekitar tahun 1990-an, Nirvana sempat melejit menduduki tangga lagu terpopuler di Amerika maupun internasional. Berawal dari lagunya yang berjudul "Smells Like Teen Spirit".

Namun ternyata, vokalis band Nirvana ini pecandu obat-obatan. Sebelum ditemukan tewas, Cobain sempat mengambil foto dirinya sendiri yang seperti siap-siap hendak bunuh diri dengan menempelkan pistol mainan pada kepalanya.

Tidak lama kemudian, pada tanggal 8 April 1994 mayat Cobain ditemukan. Hasil autopsi polisi mengatakan bahwa ia bunuh diri dengan menembakan pistol pada kepalanya dan diperkirakan Cobain sudah tak bernyawa 3 hari sebelum ditemukan. 

 

Michael Hutchence

Di balik gaya flamboyan sebagai rocker, ternyata terdapat jiwa yang rapuh. Pada usia 37 tahun, Michael Hutchence ditemukan tewas gantung diri dalam keadaan telanjang di kamar hotelnya di Ritz-Carlton, Sydney, Australia tepatnya tangga 22 November 1997.

Vokalis kelompok INXS yang punya reputasi sebagai biang pesta ini tewas akibat kelebihan obat-obatan terlarang yang dikonsumsinya alias over dosis. Sebelum gantung diri di balik pintu kamarnya, Michael diketahui mengorek-orek tempat sampah, diduga dalam keadaan susah-payah untuk mencari narkoba.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Menurut laporan kepolisian bertahun-tahun sesudahnya, Michael bunuh diri dalam keadaan depresi. Pria yang dikenal karismatik ini tersiksa oleh pikiran bahwa ia gagal memenangkan hak asuh anak-anak dari Paula Yates, kekasihnya. Paula dan mantan suaminya, pemusik Bob Geldof, memang tengah berebut hak asuh anak mereka, Pixie dan Peaches. Kegagalan itu imbasnya membuat putri Michael dari Paula, Tiger Lily (saat itu baru 16 bulan), tidak dapat mengunjunginya di Australia pada hari Natal.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Telni Rusmitantri, Reza Deni SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan