Sukses

Baywatch: Cerita Detektif ala Penjaga Pantai Seksi nan Kocak

Liputan6.com, Jakarta Rasanya gampang saja menyebut dua bahan utama dalam membuat serial Baywatch yang populer di Indonesia tahun 90-an, yakni pantai dan tubuh seksi nan atletis berkulit kecoklatan yang dipanggang matahari.

Serial yang dibintangi David Hasselhof ini kini diadaptasi dalam sebuah film panjang yang berjudul sama, dengan resep serupa pula. Bahkan nama karakter utama yang ditampilkan dalam serial aslinya pun kembali digunakan dalam film ini.

Para pemain film Baywatch. (Comingsoon.net / Paramount Pictures)

Dalam film Baywatch, yang menyandang nama Mitch Buchannon adalah Dwayne “The Rock” Johson. Ia adalah kepala regu penjaga pantai yang sedang menyeleksi anggota baru. Satu di antaranya adalah Matt Brody (Zac Efron), mantan atlet renang peraih medali emas yang sok jago. Selain Brody, ada pula calon anggota lain seperti Ronnie (Jon Bass) yang agak aneh, dan si pintar nan seksi Summer (Alexandra Daddario).

Berbeda dengan Mitch yang begitu berkomitmen dengan pekerjaannya, Brody menganggap remeh tugas menjaga pantai. Maklum saja, Mitch tak sekadar ingin menyelamatkan anak-anak yang tenggelam di laut. Ia juga terobsesi untuk memecahkan kasus kematian yang terjadi di wilayah pantainya.

Mitch meyakini kasus ini bukan sekadar kecelakaan belaka, namun peristiwa kriminal yang melibatkan sesosok pengusaha cantik di wilayah pesisir ini, Victoria (Priyanka Chopra).

Simak juga video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Film Musim Panas yang Sesungguhnya

Baywatch tampaknya memang dimaksudkan sebagai sebuah film liburan musim panas, sedap dipandang, ringan, dan kocak. Untuk perkara yang pertama sudah jelas. Film Baywatch tetap setia pada pakemnya, menampilkan lekuk tubuh dan pahatan para pemainnya yang membuat mata penonton tak berkedip sepanjang film.

Film arahan Seth Gordon ini juga sangat mudah dicerna, sama sekali tidak memberatkan otak. Hanya saja, saking ringannya, kadang jalan cerita film ini jadi terasa membodohi penonton. Logika cerita yang dibangun dalam film ini, hampir tak ada bedanya dengan yang digunakan dalam serial kartun anak-anak Scooby Doo.

Apalagi seperti film Scooby Doo, para anggota Baywatch ini memang bertindak layaknya detektif yang ingin menyelesaikan misinya, dengan cara yang sedikit kekanakan. Salah satu contohnya, saat para penjaga pantai ini menyamar dengan dandanan aneh demi menyusup ke sebuah restoran. Begitu juga adegan klimaks dalam film ini yang terasa begitu komikal.

Tak hanya soal alur permasalahan dalam film ini, bagian romansa dalam film ini pun terasa seperti copy-paste dari stereotip film drama percintaan remaja. Di mana anak aneh ditaksir oleh wanita seksi, sementara perempuan pintar disukai oleh cowok ganteng.

Namun harus diakui bahwa Baywatch punya unsur humor yang lumayan tinggi. Terutama celetukan-celetukan yang keluar dari mulut Mitch saat mengejek Brody. Apalagi ejekan itu ada hubungannya dengan hal-hal di kehidupan nyata—dan kehidupan Zac Efron yang sebenarnya.

Zac Efron tampil dengan performa apik di film ini. Setelah membintangi sejumlah film komedi seperti dua film Neighbors, tampaknya ia makin piawai mengatur timing dalam mengeksekusi adegan komedi. Ia malah tampil lebih efektif dan cemerlang dalam mengundang tawa ketimbang Jon Bass—yang diposisikan sebagai pemancing tawa—kadang aktingnya malah jatuh pada taraf berlebihan.

Hal lain yang cukup menyenangkan dari film ini, adalah kedatangan dua bintang lama serial Baywatch, David Hasselhof dan Pamela Anderson. Apalagi kehadiran keduanya dibumbui dengan adegan humor.

Kesimpulannya, Baywatch adalah film yang bisa masuk daftar tonton bila Anda memang ingin sekadar menonton untuk menyegarkan pikiran. Tapi soal apakah layak membeli tiket hanya untuk menyaksikan lawakan dan bodi-bodi seksi, silakan pertimbangkan sendiri.