Fast and Furious 8, Ancaman di Balik Perpecahan Keluarga Toretto

Meskipun kembali mengekspos teknologi canggih, Fast and Furious 8 tetap setia kepada kejar-kejaran mobil dan unsur laga.

Diterbitkan 12 April 2017, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Adegan dalam The Fate of the Furious atau Fast and Furious 8. (Universal)

Taktik canggih yang kita lihat dalam Fast and Furious 7 juga diperlihatkan kembali. Di sini, teknologi juga menjadi satu poin penting. Ditambah lagi, sutradara F. Gary Gray berani mengaduk adegan "mobil zombie" di New York yang melibatkan banyak mobil mewah hingga jalanan kota tersebut menjadi seperti neraka.

Dari segi cerita, Fast and Furious 8 boleh dibilang seimbang dengan adegan laga yang ditampilkan. Kejutan atas hadirnya beberapa karakter lama maupun karakter tak terduga, berhasil menjadi kekuatan tersendiri dalam film ini.

The Fate of the Furious (Fast and Furious 8). (Coming Soon)

Kehadiran Jason Statham di film ini bukan sekedar pemanis di adegan laga. Layaknya Tyrese Gibson, Statham juga sanggup membawa atmosfer humor sebagai bumbu gurih Fast and Furious 8. Beberapa pemain pun tak ketinggalan memasukkan unsur serupa di dalam karakternya, termasuk Dwayne "The Rock" Johnson.

Tak seperti beberapa film sebelumnya, Fast and Furious 8 memiliki karakter antagonis yang benar-benar sanggup dibenci penonton. Charlize Theron berhasil membawa Cipher sebagai karakter antagonis yang terbilang unik. Alasan Dom membantu Cipher, menyimpan kejutan yang tak disangka-sangka.

Kurangnya Penggalian Naskah dan Karakter Antagonis

Di balik keistimewaan adegan laga, balapan mobil, hingga cerita yang memberi efek kejutan, Fast and Furious 8 masih terbilang lemah dalam hal penggalian naskah. Barangkali dikarenakan terlalu banyak adegan penting yang ingin ditampilkan, penonton jadi tak mengetahui lebih dalam siapa sebenarnya Cipher dan seperti apa masa lalunya.

Sehingga, penonton seolah tak diajak tenggelam ke dalam cerita film ini karena kurang digalinya motif utama Cipher serta alasan kuatnya dalam mengajak Dom untuk menjalankan misi-misi jahat. Kehadiran anak buah Cipher pun hanya difokuskan pada satu orang. Berbeda dengan Fast and Furious 6 yang mengekspos hampir seluruh anak buah Owen Shaw.

The Fast and the Furios

Adegan laga dan kejar-kejaran mobil di dataran es Islandia juga terkesan menjadi momen yang sia-sia di sepanjang film Fast and Furious 8. Meskipun penempatan lokasinya memenuhi tuntutan skenario cerita dengan banyaknya bumbu ledakan dan tembak-tembakan, namun adegan tersebut terlalu lama diekspos hingga membuat kita berpikir kalau momen tersebut terlalu panjang untuk ditampilkan.

Skenario yang melibatkan Cipher saat menjalankan rencananya bersama Dom juga dirasa kurang tajam. Ada hal-hal yang terkadang membuat Cipher terasa seperti antagonis lembek, sementara di beberapa momen ia terlihat tak memiliki hati nurani. Sehingga, ada kontradiksi watak dan pola pikir Cipher antara satu adegan dengan adegan lainnya.

(Universal Pictures melalui AP

Satu hal lain yang membuat film ini terasa janggal adalah kerja sama mendadak antara karakter antagonis lama dengan para protagonis. Hanya dengan beberapa dialog singkat serta tawa kecil, mereka seolah melupakan pertikaian di masa lalu ketika sebelumnya pernah berusaha saling membunuh.

Ditambah lagi, para sineas Fast and Furious 8 seolah enggan membuat para penonton larut dengan beberapa momen tragis yang ditampilkan. Barangkali, pihak studio memang berniat menjadikan film ini sebagai tontonan para remaja yang ringan belaka.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan