Buka’an 8: Surat Cinta untuk Para Orangtua Milenial

Buka’an 8 menampilkan cerita cinta yang begitu dekat dengan kehidupan nyata, terutama para generasi milenial.

Diterbitkan 23 Februari 2017, 20:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cuplikan film Bukaan 8 (Instagram/bukaan8)

Ini sebenarnya berisiko membuat Buka’an 8 terasa seperti potongan-potongan terpisah. Namun sebaliknya, benang merah film ini cukup terjaga. Selain running gags di sepanjang film, manajemen plot yang jelas arah dan klimaksnya, sangat membantu.

Selain para sineas di belakang kamera, keseimbangan antara drama-komedi dalam film ini tak lepas dari performa para bintang Buka’an 8. Bila diibaratkan sepakbola, jajaran pemain yang tergolong kuat di segala lini.

C

hicco Jerikho termasuk mulus menjalani dinamika karakter Alam, sosok yang meski eksis di dunia maya namun butuh pengakuan dari keluarga sendiri. Dari yang tergantung pada hal-hal bersifat banal, hingga menjadi lebih dewasa dan lebih matang.

Cuplikan film Buka'an 8

Lala Karmela tampil cukup meyakinkan di peran keduanya di film layar lebar ini—meski alasan ia berkeras ingin melahirkan secara normal sebenarnya terasa sedikit mengambang dan masih bisa dieksplorasi lebih jauh. Dibanding tokoh yang lain dalam film ini, pengembangan karakter Mia juga terasa terbatas. 

Ada pun Sarah Sechan, Tio Pakusadewo, dan Dayu Wijanto, tampil cemerlang dengan karakternya masing-masing. Tak hanya mereka, para pemeran karakter kecil ikut bermain maksimal dalam film ini. Seperti penjaga laboratorium yang meski muncul sekilas, masih mampu memancing tawa.

>Cuplikan film Buka'an 8 (Instagram/bukaan8)

Buka’an 8, bisa dibilang sebagai surat cinta untuk generasi milenial yang kini memasuki masanya untuk menjadi orangtua. Pasalnya, banyak hal dalam film ini yang mungkin akan menyentil para Generasi Y. Misalnya, betapa hal-hal yang bersifat dangkal seperti adu gengsi lewat unggahan di dunia maya, terlalu dianggap sebagai hal yang penting. Lewat tokoh Alam, Buka'an 8 mengajak generasi yang besar dengan teknologi untuk bercermin. 

Namun tak hanya untuk anak muda, konten Buka’an 8 sebenarnya juga mampu beresonansi dengan penonton dari berbagai kalangan. Pasalnya, topik di film ini terasa seperti curhatan tetangga sehari-hari. Mulai dari hamil di luar nikah, belitan utang, hingga mertua yang rese. Buka’an 8 juga bicara tentang inti dari sebuah keluarga, yakni cinta suami istri, maupun antara anak - orangtua.

Jadi, jangan heran bila Anda bergantian tersenyum, tertawa, dan berkaca-kaca saat menonton Buka’an 8, yang telah mulai ditayangkan sejak Kamis (23/2/2017) ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan