Drama Korea Goblin, di Ambang Batas Pertempuran Hidup dan Mati

Drama Korea Goblin yang diperankan Gong Yoo menampilkan cerita yang menarik dan tak terduga.

Diterbitkan 11 Desember 2016, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Saat harapan dan kekuatan penuh dalam suatu benda menyentuh jiwa manusia, menyebabkan jiwa itu bersatu. Akhirnya, manusia itu menjadi goblin sebagai hadiah sekaligus kutukan.

Hal itu terjadi dalam pedang yang dipakai seorang jenderal Goryeo yang berhasil menebas ribuan musuhnya dalam berbagai pertempuran. Tragisnya, pedang itu juga yang mengakhiri hidup tuannya, menancap di tubuhnya.

Hidup selamanya merupakan hadiah sekaligus kutukan bagi sang panglima tinggi. Ia harus menyaksikan kehidupan orang-orang di sekitarnya berakhir. Hanya ada satu cara, dia harus menemukan separuh jiwanya dari bangsa manusia.

Dengan begitu, sang pujaan hati bisa menarik pedang dari dalam dirinya. Sang jenderal pun bisa beristirahat dengan tenang. Fakta menyedihkan antara hidup dan mati dialami oleh sang jenderal, diperankan Gong Yoo. Tak disangka, Goblin rupanya berteman dengan Dewa Kematian (Lee Dong Wook) yang menyewa rumahnya.

Baru dua episode, Goblin sukses merebut perhatian penikmat drama Korea, mendapatkan rating tinggi di awal penayangannya. Perpaduan antara komedi dan romantis, serta diikuti dengan sedikit laga membuat Goblin disebut sebagai drama fenomenal.

Namun tak banyak yang menyadari Goblin juga sarat dengan pembelajaran berharga dalam hidup berupa Life Instinct (Eros) dan Death Instinct (Thanatos) yang dikemukakan Sigmund Freud.

Goblin yang bertahan hidup atau bangkit kembali dari kematian menjadi ciri dari Eros. Sementara, kehadiran Grim Reaper atau Dewa Kematian yang diperankan Lee Dong Wook menjadi Thanatos. Seperti apa ceritanya?

Keajaiban dalam Hidup

Goblin dengan berbagai karakter yang menarik membangun jalan ceritanya. Goblin yang merupakan sang jendral yang bangkit kembali bernama Kim Shin (Gong Yoo).

Selama berabad-abad, waktu terus berputar. Tapi tidak dengan kehidupannya. Saat tengah menghabiskan waktu di sebuah bangunan, Kim Shin mendengar doa seorang wanita yang menjadi korban tabrak lari.

Adalah seorang wanita yang ternyata tengah mengandung. Di ambang batas antara hidup dan mati, wanita tersebut berharap dirinya bisa selamat, setidaknya memberikan hidup untuk anaknya yang belum sempat ia lahirkan. Dinamika kepribadian dalam drama Goblin tersebut merupakan keseimbangan kerjasama antara id, ego, dan superego.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Meski memiliki kekuatan dan keabadian, jauh di dalam lubuk hatinya, Kim Shin adalah pria yang baik hati dan berhati lembut. Akhirnya, Kim Shin--sang Goblin--mengabulkan permintaan wanita tersebut. Semua itu merupakan insting hidup disebut juga eros, ditujukan pada pemeliharaan ego dan pemeliharaan kelangsungan jenis. Wanita tersebut berhasil selamat, melahirkan anak perempuannya diberi nama Ji Eun Tak. Setelah wanita itu pergi, Dewa Kematian bernama Wang Yeo (Lee Dong Wook) hadir, untuk mengambil nyawanya. Ia bingung karena targetnya menghilang. Manusia mengatakan momen itu adalah sebuah keajaiban. Meski sedih, tugas Wang Yeo mengambil nyawa orang lain. Semua nama dalam daftar harus ia jemput untuk kembali ke jalannya. Hal yang dilakukan Wang Yeo bisa disebut sebagai insting mati atau disebut juga thanatos, insting yang ditujukan kepada perusakan atau penghancuran atas apa yang telah ada yaitu kepada diri sendiri atau kepada orang lain atau luar diri. Selanjutnya, Jin Eun Tak ternyata lahir dengan takdir yang unik setelah diselamatkan Goblin, Ia memiliki tanda di punggungnya, membuatnya disebut sebagai Pengantin Goblin.

Halaman
Show All
Desika Pemita, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan