Mengenal 4 Komentator dari Negara Tetangga di D'Academy Asia 2

D'Academy Asia 2 kedatangan para pakar musik baru di kursi komentator dan dewan juri.

Diterbitkan 09 Desember 2016, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ifa Raziah (Malaysia)

Penyanyi senior papan atas dari negeri jiran ini beberapa kali bergantian dengan rekannya, Mas Idayu bertugas menjadi komentator. Namun beda dengan sejawatnya yang dikenal kerap berkomentar keras, Ifa terhitung cukup lembut.

Akrab disapa Kak Ifa, musisi yang di negaranya menjabat posisi presiden untuk perkumpulan musik dangdut Melayu ini, termasuk cepat 'nyetel' dengan komentator lainnya. Kerennya, Kak Ifa bahkan sukses mempatenkan beberapa ucapannya di D'Academy Asia 2.

Jargon seperti 'sukeee' (suka) dan 'banggeee' (bangga) dengan gaya manja khas Kak Ifa kini jadi kata wajib didengar. Kehadiran Kak Ifa di kursi komentator pun tak pelak selalu ditunggu-tunggu penonton setia ajang ini.

 

Hans Anuar (Brunei)

Tahun lalu, Hans Anuar mewakili negaranya di deretan dewan juri. Namun tahun ini, tak hanya masih memberi nilai, musisi yang akrab disapa Bang Hans juga ikut mondar-mandir di kursi komentator.

Seperti Kak Ifa, Bang Hans juga cepat beradaptasi dengan celotehan komentator Indonesia yang terkenal heboh. Meski terkesan pendiam, Bang Hans yang fokus mengomentari teknik vokal para kontestan ini termasuk pribadi yang seru. Host dan komentator pun tak canggung mengajak pria ramah ini bersenda gurau.

Walau wakil Brunei sendiri sudah habis di Top 9, banyak pemirsa setia D'Academy Asia 2 yang masih menanti kehadiran Bang Hans untuk ikut mengomentari kontestan lainnya. Sayangnya, Bang Hans sepertinya lebih suka memberi nilai ketimbang duduk di kursi komentator bersama Soimah dkk.

 

Anito Matos (Timor Leste)

Dari 3 nama diatas, mungkin Anito Matos-lah yang paling eksis sebagai komentator dari negara tetangga. Nyaris setiap hari, pakar musik yang akrab disapa Memi ini bergabung di kursi komentator, tepatnya sejak D'Academy Asia memasuki Top 24 lalu.

Pembawaannya yang santai, pengetahuannya tentang aksi panggung yang begitu detail, hingga ujaran-ujaran lucunya dengan bahasa Timor Leste, jadi ciri khas tersendiri dari Memi yang paling diingat pemirsa.

Menariknya, Memi bukanlah komentator berhati ibu peri seperti Rosalina Musa ataupun kejam layaknya Mas Idayu. Namun, ia adalah perpaduan keduanya. Cara bicaranya mungkin pelan, tapi tegas. Sekalinya ia mengkritik, kita yang menonton pun ikutan tertohok.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Puji Astuti HPS, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan