5 Hal di Warkop DKI Reborn yang Mungkin Luput dari Perhatian Anda

Jangan-jangan Anda salah satu yang luput melihat hal ini saat menonton Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1?

Diterbitkan 18 September 2016, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ada Mongol Stres, Agus Kuncoro, Ge Pamungkas, hingga Nikita Mirzani. Namun tahukah Anda, sang sutradara pun ikut nongol sekilas dalam film ini. Tepatnya, adegan saat Dono menghancurkan warung milik Mongol Stres. Ia, termasuk dalam seorang pembeli di warung Mongol yang melongo melihat kejadian tersebut.

Bocoran Cerita dari Poster

Sejak awal muncul pengumuman bahwa Warkop DKI akan dibuat ulang, ada banyak hal yang dirahasiakan oleh produser dan sineas film ini. Termasuk, soal pemain dan alur cerita film ini. Namun tanpa banyak orang sadari, ada sedikit bocoran cerita Warkop DKI Reborn yang telah dimuat dalam poster filmnya yang dirilis pada Juni lalu.

Yang pertama, dalam poster ini Dono digambarkan dengan leher yang dikalungi sebuah pigura. Ini merujuk pada adegan saat Dono membuat rusuh di sebuah pameran dan kepalanya menerjang sebuah lukisan yang menjadi mahakarya sang pelukis.

Tak hanya itu, di poster ini juga diperlihatkan bahwa Indro memegang sebuah papan monopoli, persis seperti uang mainan yang diberikan oleh Pakde Slamet. Terakhir, Kasino memegang senjata api, mengingatkan pada adegan saat ia menodongkan pistol pada pasangan kakek-nenek yang diperankan Henky Solaiman dan Inggrid Widjanarko.

Jadi, bila poster film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2 telah muncul, coba Anda analisis lebih lanjut. Siapa tahu ada bocoran cerita lagi.

Mendobrak Dinding Keempat

Dalam dunia perfilman dan teater, terdapat suatu konsep yang disebut sebagai "mendobrak dinding keempat" (breaking the fourth wall).

Bila pada film atau teater konvensional, para pemainnya seperti "terkurung" dalam dinding-dinding pembatas dalam dunia di lakon cerita, konsep breaking the fourth wall ini meruntuhkan salah satu dinding tersebut. Artinya, pemain film atau teater tersebut sadar bahwa ia berada dalam dunia yang tengah disaksikan oleh penonton. 

Konsep ini pula yang diterapkan dalam Warkop DKI Reborn. Maka, jangan heran bila beberapa kali Dono, Kasino, dan Indro mengeluarkan celetukan yang memperlihatkan bahwa mereka sadar tengah berada di dunia film.

Seperti saat Indro mengambil pentungan miliknya yang tertinggal di kantor. “Wah, kalau enggak ada ini enggak continuity,” ujarnya. Atau saat Kasino mengangkat koper dari mobil yang terasa ringan. “Pantesan, properti syuting. Enteng, ya,” kata Kasino.

Kritik Sosial

"Ngobrol di warung kopi, nyentil sana dan sini
Sekedar suara rakyat kecil
Bukannya mau usil"

Dengan lirik original soundtrack seperti ini, tentu tak lengkap rasanya bila Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1 tak menampilkan sejumlah kritik sosial di dalamnya. Beberapa kritik sosial yang ada di film ini, misalnya adalah soal korupsi Hambalang, ormas yang gemar memeras, hingga soal kebakaran hutan.

Salah satu contoh yang menggelitik adalah kritik sosial yang ditampilkan dalam adegan pengadilan Dono, Kasino, dan Indro. Sidang ini dipimpin oleh seorang hakim histeris yang diperankan oleh Agus Kuncoro. Ia tengah menghakimi tiga sekawan ini, salah satunya karena membuat kerusuhan di sebuah pameran, yang membuat lukisan-lukisan di tempat ini terbakar.

Sang hakim lantas mempermasalahkan lukisan–lukisan yang terbakar. “Kalau hutan yang terbakar enggak apa-apa,” katanya sambil berteriak histeris. Kalimat ini, langsung mengingatkan pada ucapan kontroversial Hakim di PN Palembang Parlas Nababan di awal tahun ini. Kala itu hakim yang mengadili soal kebakaran hutan tersebut menyebut kejadian ini bukan kerusakan lingkungan karena hutan bisa ditanami kembali.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Fadjriah Nurdiarsih, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan