6 Film Legendaris Warkop DKI yang Sukses Mengocok Perut

Film-film ini mencetak angka penonton tinggi sekaligus dikenal beberapa dialognya sampai saat ini.

Diterbitkan 11 September 2016, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Julukan legendaris sepertinya memang layak diterima oleh tiga sekawan fenomenal, Dono, Kasino dan Indro yang tergabung dalam Warkop DKI. Grup yang sebelumnya dikenal dengan Warkop Prambors itu semula populer lewat program Obrolan Santai di Warung Kopi. Acara lawak yang disiarkan Radio Prambors.

Obrolan itu pun mulai dibawa ke atas panggung oleh Dono, Kasino, Indro dan Nanu (personel Warkop terdahulu). Tak disangka, lawakan dari panggung ke panggung ini pun membawa mereka pada popularitas di jagat hiburan Tanah Air.

Setelah Nanu mengundurkan diri, Dono, Kasino, Indro melanjutkan lawakan mereka dengan nama Warkop DKI. Puas manggung dan mengudara, Warkop DKI mulai menjajaki dunia perfilman tanah Air dengan film-film komedi mereka yang selalu laris ditonton oleh masyarakat.

Saking larisnya, bisa dibilang para punggawa Warkop DKI ini mulai meraup pendapatan berlimpah. Bagaimana tidak. Setiap tahunnya saja, Dono, Kasino dan Indro paling tidak membintangi dua judul film pada dekade 1980 hingga 1990-an.

Di tahun 2016 ini, sutradara Anggy Umbara mencoba 'membangkitkan' kembali Warkop DKI lewat film garapannya Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 1. Film yang dibintangi Tora Sudiro, Vino G. Bastian dan Abimana Aryasatya ini seperti penggabungan film-film Warkop DKI terdahulu. Indro Warkop ikut main dan juga menjadi produser eksekutif.

Nah, untuk mengobati kerinduan penggemar akan lawakan dan tingkah konyol Dono, Kasino dan Indro, tidak ada salahnya memutar kembali film-film klasik Warkop DKI yang lawakannya tidak pernah lekang termakan zaman.

Berikut enam film legendaris Warkop DKI pilihan Liputan6.com.

Mana Tahaaan... (1979)

Mana Tahaaan... adalah film pertama Warkop DKI yang diproduksi pada tahun 1979. Film ini bercerita tentang kehidupan empat mahasiswa Slamet (Dono), Sanwani (Kasino), Paijo (Indro), dan seorang lagi diperankan oleh Nanu Mulyono, yang tinggal di sebuah rumah kost. Keempatnya menyukai pembantu seksi di rumah kost tersebut yang bernama Halimah (diperankan Elvy Sukaesih).

Banyak cerita menarik dan lawakan yang sukses mengocok perut. Apalagi dengan menonjolkan logat-logat daerah berbeda dari tiap pemainnya ada Jawa, Batak dan Betawi. Kehadiran Elvy Sukaesih pun menambah variasi cerita di film ini dengan campuran dangdut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Berdasarkan data dari Perfin, film garapan sutradara Nawi Ismail ini menjadi film terlaris ke-II di Jakarta pada tahun 1980 dengan meraih 400.816 penonton.

Halaman
Show All
Eka Laili Rosidha, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan