Ini Kisah Tiga Dara di Abad 21 yang Kekinian

Akar cerita Ini Kisah Tiga Dara, tetap sama dengan film Usmar Ismail dari tahun 1956.

Diterbitkan 30 Agustus 2016, 07:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Film Tiga Dara yang menjadi basis cerita film Nia Dinata ini memang tak lekang dimakan zaman. Persoalan anak gadis yang dituntut untuk segera diikat dalam sebuah lembaga pernikahan, tampaknya memang tetap relevan hingga sekarang. Namun, Nia Dinata memberikan sedikit pelintiran menyegarkan di sana-sini dalam filmnya.

Yang pertama, jelas terlihat bahwa feminisme memiliki tempat dalam Ini Kisah Tiga Dara. Tiga kakak beradik ini aktif mencari nafkah, tak hanya berkutat di rumah. Bahkan dapur, satu area yang kerap dianggap sebagai simbol "kurungan" wanita di ranah domestik, diubah menjadi alat bagi perempuan untuk menggerakkan roda ekonomi secara mandiri.

Mengingat Ini Kisah Tiga Dara berlatar masa sekarang, tak heran bahwa film ini lantas terasa begitu kekinian. Dengan kata lain, begitu pas untuk para generasi milenial, begitu kata Oma. Lihat saja bagaimana gaya bicara gado-gado Inggris-Indonesia para karakternya—yang memang terasa cukup mengalir, walau mungkin akan membuat sebal sebagian orang—hingga gaya pacaran Bebe yang permisif.

Ini Kisah Tiga Dara

Hal lain yang terasa dari film ini, adalah latar Maumere yang masih terasa nanggung dalam film. Memang, Nia telah mencoba memasukkan satu sequence tentang Pasar Geliting dan Gereja Sikka di Maumere. Namun, Ini Kisah Tiga Dara lebih terasa memindahkan masalah dan drama dari kota besar ke wilayah pedalaman yang eksotis.

Sementara itu, lagu-lagu dalam Ini Kisah Tiga Dara, memiliki lirik yang terasa lebih lugas bila dibandingkan dengan film pendahulunya. Namun justru lirik-lirik manis dan puitis “Senandung Lagu Lama” dan “Tiga Dara” yang kembali muncul dalam film ini, tampil paling kuat di sepanjang film.

Ini Kisah Tiga Dara

Satu

hal yang paling menyenangkan saat menonton Ini Kisah Tiga Dara, adalah ikatan antara Shanty-Tara Basro-Tatyana Akman yang terasa bersenyawa dengan begitu alami. Namun bintang dalam film ini, adalah sang Oma yang kolot dan lincah, Titiek Puspa. Porsi drama, komedi, dan romansa dalam film ini pun berpadu dengan baik.

Ini Kisah Tiga Dara, akan mulai diputar pada 1 September mendatang di bioskop-bioskop Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Hotnida Novita Sary, Nilam SuriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan