3 Srikandi, Gagah Sekaligus Penuh Tawa

Film 3 Srikandi termasuk film Indonesia paling menarik yang rilis bulan ini.

Diterbitkan 02 Agustus 2016, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Yang pertama sekaligus yang paling penting, Iman berhasil membuat film ini sebagai tontonan yang menarik. Dari trailernya, 3 Srikandi terlihat seperti film "serius", atau setidaknya penuh drama yang memperlihatkan patriotisme anak bangsa di negeri orang.

Namun kenyataannya, justru sebaliknya. Film ini termasuk ringan, bahkan lucu, dengan takaran drama yang cukup pas.

Sumber kekocakan dalam film ini adalah hubungan antara Donald Pandiangan dengan anak-anak didiknya. Tiga Srikandi dalam film ini, bisa tampil dengan gagah saat beraksi dengan busurnya, atau kocak saat berhadapan dengan pelatihnya.

Bunga Citra Lestari dalam film 3 Srikandi

 

Yang menarik, adalah kekayaan detail-detail yang dimasukkan dalam film ini, termasuk mengenai olahraga panahan. Tak hanya itu, latar tahun 80-an juga hidup kembali di film ini. Misalnya lewat celetukan "sepokat" (sepatu), atau kemunculan idola di zaman itu, Onky Alexander, yang mungkin akan membawa tawa buat yang mengenalnya. 

Tak hanya itu, Iman mampu membuat akting para pemain dalam film saling bersenyawa, atau bahasa kerennya memiliki chemistry. Yang paling menonjol, adalah dinamika hubungan antara Lilies yang diperankan Chelsea Islan dan Donald yang dimainkan Reza Rahadian. Tak hanya saat beradu akting, secara individual keduanya juga memberikan penampilan prima.

Chelsea Islan dalam film 3 Srikandi

Karakter Lilies dalam 3 Srikandi, bisa dibilang salah satu penampilan terbaik dari Chelsea Islan. Ia muncul seperti petasan banting, berisik, meledak-ledak, intinya susah untuk dihiraukan. Yang menarik dari karakter ini, Chelsea berhasil menempilkan dialek Jawa Timur yang cukup meyakinkan dan mampu ia tampilkan dengan konsisten. Tak ada yang aneh saat kata mecucu atau keblasuk berhamburan dari mulutnya.

Soal kemampuan akting Reza Rahadian, tak ada yang perlu disangsikan lagi. Ia mampu menghidupkan karakter ini dengan sangat meyakinkan, bahkan lewat gerakan tubuh yang kecil sekalipun. Bersama Donny Damara, ia berhasil mengeksekusi adegan emosional, hingga terasa begitu alami.

Reza Rahadian dalam film 3 Srikandi

Namun jelas 3 Srikandi bukan tanpa kelemahan. Ada beberapa lubang yang sedikit mengganggu dalam film ini. Yang pertama, penonton tak diberi satu penjelasan yang meyakinkan mengapa Lilies bisa sampai dipilih Donald dalam squad Merah Putih. Karena sejak awal, Lilies lebih banyak digambarkan sebagai atlet membandel pada pelatihnya. Kisah asmara Kusuma dengan pelatih Adang Ajiji (Detri Warmanto), juga terasa sedikit terburu-buru, sehingga terasa tak begitu dalam.

Sementara perkembangan masalah dan karakter Nurfiriyana, juga seperti timbul dan tenggelam sepanjang film. Di bagian pertengahan film, karakter ini sempat didekatkan secara personal dengan tokoh Donald. Mungkin tujuannya, adalah memberikan dimensi lain dari karakter Donald Pandiangan. Tapi sequence ini ternyata tak menimbulkan kesan kuat maupun memiliki pengaruh besar terhadap alur film. Dipotong pun, sebenarnya tak terlalu bermasalah.

Chelsea Islan dan Mario Irwinsyah dalam film 3 Srikandi

Untungnya, hal-hal ini bukan perkara fatal yang lantas membuat 3 Srikandi menjadi tak layak tonton. Justru sebaliknya, 3 Srikandi adalah salah satu film Indonesia yang sangat sayang untuk dilewatkan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Aditia Saputra, Hotnida Novita SaryTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan