6 Dialog Ajaib Bossman di My Stupid Boss yang Bikin Ngakak

Tentu ada alasan kuat mengapa My Stupid Boss mampu menarik ratusan ribu penonton dalam waktu singkat.

Diterbitkan 25 Mei 2016, 19:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saat ditanya oleh sang istri mengenai rasa masakannya, Bossman menjawab dengan wajah menderita, "Bubuk mesiunya pas."

Saat melihat wajah bingung istrinya, Bossman pun buru-buru meralat jawabannya. "Maksudnya bubuk cabenya pas," katanya. Sang istri pun membalasnya dengan senyum senang.

"Enggak Usah Pura-pura Kerja Lo"

Bossman paling tak suka melihat anak buahnya menganggur di kantor. Para karyawan pun selalu buru-buru kembali ke meja kerja dan menyibukkan diri begitu melihat Bossman datang.

Namun itu pun tak lantas menyelamatkan para karyawan dari omelan Bossman. "Kerja lo, enggak usah pura-pura kerja loo...," kata Bossman.

"Tempe Bener, Sih"

Bossman punya banyak perbendaharaan kata yang siap ia lontarkan bila ia ingin mengkritik orang-orang di sekitarnya. Tapi nampaknya, ada satu seruan favoritnya, yaitu tempe.

"Kok ya tempe bener, sih," katanya menegur para anak buah yang menurutnya telah melakukan hal-hal bodoh. Mungkin karena dianggap berharga murah, si bos congkak ini lantas menganggap rendah makanan bergizi ini.

Bekasi

Setelah berkali-kali di-bully oleh sang bos, Diana akhinya berani membalas perlakuan sang bos. Salah satunya, adalah menelepon Bossman yang sedang berada di New York City, meski di sana sedang masuk tengah malam.

Diana nyerocos tanpa henti mengadukan berbagai persoalan sepele di kantor, sementara Bossman yang masih setengah sadar menjawab telepon ini dengan linglung. Tak tahan, akhirnya Bossman bertanya mengapa Diana meneleponnya saat ia sedang tidur nyenyak.

"Ini New York loh, bukan Bekasi," katanya. Saat Liputan6.com menyaksikan film ini, tawa para penonton di bioskop langsung meledak begitu nama Bekasi disebut. Mungkin, karena kota yang selama ini jadi bahan guyonan karena dianggap begitu jauh, kini dianggap sebaliknya oleh Bossman.

Ambrol

Puncak konflik antara Diana dan Bossman, adalah kepergian sang kerani (julukan untuk Diana dari Bossman) dari kantor. Ia, berencana tak akan kembali sama sekali ke pekerjaan itu.

Di lain pihak, Bossman mulai panik. Ia mencoba merayu Diana untuk kembali ke kantor. Masalahnya, Bossman tak berani bicara langsung pada Diana. Ia pun menitahkan Mr. Kho, salah satu anak buahnya, untuk berbicara dengan Diana melalui telepon.

Ia meminta Mr Kho mengulang kata-katanya pada Diana, termasuk menjelaskan kondisi kantor yang mulai berantakan, alias 'ambrol'. Tentu saja Mr. Kho, sebagai warga negara Malaysia berdarah Tiongkok, tak piawai mengucapkan kata tersebut. Dengan memasang wajah lelah karena kelakuan bosnya, Mr. Koh pun mengucapkan, "Ambroh." Penonton pun langsung tertawa melihat adegan kocak ini.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ferry NoviandiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan