Fakta-fakta di Balik 13 Hours:The Secret Soldiers of Benghazi

Film bertema perang 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi memiliki beragam fakta di balik layar. Apa saja itu?

Diterbitkan 07 April 2016, 04:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Fakta 3 - 4

Tentang Sean Smith

Tokoh Sean Smith yang tewas dalam film ini, merupakan seorang pecinta video game. Jenis yang paling ia gandrungi adalah multi-player online role-playing game (MMORPG) berjudul EVE Online. Dalam game tersebut, ia hampir memperoleh status legendaris sebagai karakter Vile Rat. Pasca kematiannya,ia diberikan penghormatan atau tribute dari komunitas online.

Fakta Mark Geist

Mark Geist salah satu tokoh selamat dari peristiwa Benghazi, yang dalam film ini diperankan oleh Max Martini. Dalam sebuah wawancara di program radio Mark Levin pada 18 Januari 2016, ia menyampaikan informasi seputar salah satu adegan dalam film.

Ia menyebutkan bahwa peluru mortar yang mengenai atap, memiliki radius untuk membunuh sejauh 21 kaki. Itu berarti, siapa pun yang berada dalam jarak tersebut dipastikan tewas. Sementara dalam film ini diperlihatkan hanya satu orang yang tewas.

Selain itu, Mark Geist juga mengatakan bahwa ia menyelinap ke lokasi syuting saat proses pembuatan sedang berjalan. Ia ke sana untuk menggantikan tempat Max Martini yang memerankan dirinya. Michael Bay tidak menyadari kehadirannya sampai Geist melihat ke arah kamera.

Fakta 5- 7

Pernah Bertemu Sebelumnya

Aktor John Krasinski, David Denman, dan David Costabile pernah tampil dalam film The Office (2005). Krasinski memerankan Jim Halpert, Denman memainkan Roy, dan David Costabile tampil dalam The Office: The Banker (2010).

Aktor yang Batal Tampil

Mark Wahlberg awalnya menjadi aktor yang diunggulkan untuk memerankan Tyrone 'Rone' Woods. Namun sang aktor pada akhirnya menolak karena sudah memiliki komitmen dengan proyek lain.

Keputusan Michael Bay

Sebelum menerima proyek film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi, sutradara Michael Bay juga pernah menyutradarai dua film drama berdasarkan kejadian nyata. Keduanya adalah Pearl Harbor (2001) dan Pain & Gain (2013).

Michael Bay mengatakan alasannya tertarik dengan film ini. Ia menyebut telah menggunakan veteran militer di semua filmnya, baik sebagai aktor maupun penasehat teknis. Ia merasa akan lebih unik jika dapat menceritakan kisah mereka.

Saat syuting di Malta, Michael Bay menggunakan kru film yang belum pernah bekerja bersamanya. Michael Bay mengklaim bahwa kru internasional sama-sama bekerja dengan sangat baik dalam menyampaikan cerita yang berpusat pada orang Amerika. Ia juga menganggap filmnya merupakan sebuah penghormatan untuk memperluas kisah ini..

Michael Bay awalnya ingin mengambil gambar dengan menggunakan film analog. Namun, Director Photography Dion Beebe ingin mengambilnya secara digital. Bay akhirnya menerima permintaan syuting secara digital. Hal itu disebabkan karena banyaknya jumlah adegan pada malam hari serta jadwal produksi yang ketat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan