Jalaludin Rumi, Karyanya Dilestarikan di Rumi Institute

Jalaludin Rumi adalah penyair hebat di masanya

Diterbitkan 26 Februari 2016, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ketiga prinsip tersebut dijelaskan dengan baik dalam syair-syair Maulana Jalaluddin Rumi, pemuliaan atas martabat manusia, toleransi, dan meyakini keragaman.

Untuk menghormati sekaligus menyebarkan ajaran Jalaudin Rumi, dibuatlah Rumi Institute. Ini adalah suatu lembaga dibangun bersama-sama dengan mereka yang memiliki visi dan misi yang sama dengan pemikiran Jalaluddin Rumi. Ratusan tahun silam Rumi telah berbicara mengenai keterasingan manusia dan manusia yang terasing dari rumpun bambunya. Bait pertama dalam kitab Matsnawi Maknawi berbicara tentang nei atau seruling bambu dan Rumi mengajak seluruh manusia mendengarkan derita keterpisahan seruling bambu dari rumpun bambunya. Nei adalah simbol pengetahuan, makrifat, dan kesadaran atas pengalaman derita keterpisahan. Sebab itulah Rumi mengajak seluruh manusia agar bisa seirama dan senada dengan seruling bambu.

“Lembaga Rumi Institute sengaja kami hadirkan melalui program-programnya guna mengingatkan kembali nurani dan kemanusiaan kita yang mulai sirna secara perlahan oleh keangkuhan, egoisme, hasrat kekuasaan, dan segala bentuk keinginan hawa nafsu yang akan mengantarkan manusia kepada kehancuran dan kekerdilan. Sebab itu kami mengajak dan membuka seluas-luasnya kepada seluruh lapisan masyarakat agar bisa bersama-sama dengan kami menyatukan langkah dalam memberikan sumbangsih penyadaran eksistensi kemanusiaan. Akhir kata kami memohon doa restu kepada seluruh masyarakat dan mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu kami selama ini,” ujar Direktur Rumi Institute, Muhammad Nur Jabir, dalam keterangan yang diterima redaksi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Rizky Aditya Saputra, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan