Dheepan, Kisah Pahit Korban Perang dalam Film Prancis

Film yang diputar pada pembukaan Festival Sinema Prancis ini meraih penghargaan tertinggi Palme d'or pada Festival Film Cannes 2015.

Diterbitkan 04 Desember 2015, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di Prancis, mereka terpaksa tinggal di lingkungan yang dipenuhi para pencari suaka. Demi bisa bertahan hidup, Dheepan bekerja sebagai tukang bersih-bersih gedung di lingkungan tempat ia tinggal. Sementara Yalini bekerja mengurus orang tua di gedung lain saat Illayaal bersekolah.

Perbedaan bahasa tidak menyulitkan mereka. Perlahan-lahan, ketiga orang yang awalnya tidak saling mengenal ini membangun emosi sebagai sebuah keluarga utuh. Yalini yang tak pernah memiliki anak, harus mulai belajar bagaimana mengurus anak perempuan.

Konflik memuncak saat terjadi peperangan antar geng di lingkungan mereka. Yalini yang ketakutan, berusaha kabur meninggalkan Dheepan dan Illayaal. Untunglah Dheepan berhasil membawanya kembali. Namun ketakutan Yalini tidak berhenti sampai di situ. Berkali-kali Dheepan meyakinkan kalau peperangan di sana, belum ada apa-apanya dengan perang di negara asal mereka.

Dheepan

Rahasia mulai terkuak. Dheepan bukanlah nama sebenarnya. Dheepan dulunya tentara pemberontak yang ingin berhenti berperang karena kehilangan anak dan istrinya. Tapi saat Yalini terjebak dalam peperangan antar geng, Dheepan harus memilih, membiarkannya dan tetap hidup menjadi orang baik atau kembali mengangkat senjata menyelamatkan Yalini.

Tema yang diangkat serta penyutradaan yang sangat baik membuat film ini berhasil menggondol penghargaan tertinggi Palme d'or di ajang Festival Film Cannes 2015. Meski aktor-aktornya tergolong baru di ranah perfilman, namun mereka cukup berhasil mengoyak-ngoyak emosi penonton dengan menunjukkan wajah asli para korban perang.

Festival Sinema Prancis 2015

Festival Sinema Prancis 2015 sudah serentak digelar pada tanggal 3-6 Desember 2015 di sembilan kota di Tanah Air yaitu Jakarta, Surabaya, Yogyakata, Bandung, Malang, Medan, Denpasar, Makasar dan Balikpapan. Untuk di Jakarta, festival dihelat di XXI Plaza Indonesia. Tiket dibanderol Rp 35.000.(Sulung/Feb)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan