Sukses

Band Netral Ganti Nama Jadi NTRL Karena Tak Mau Bayar Paten?

Liputan6.com, Jakarta Sekitar pertengahan Oktober lalu Bagus, Enno dan Choki merilis album anyar bertajuk 11/12. Dalam kesempatan itu, tiga pria ini mengumumkan pergantian nama Netral menjadi NTRL.

Alasan mereka, perubahan nama biar lebih kekinian. Rupanya, ada hal lain di balik perubahan nama tersebut. Bimo, mantan personel yang juga pendiri Netral, angkat bicara. Kata Bimo, mereka ganti nama jadi NTRL karena tak mau bayar hak paten atas nama Netral.

Band Netral dengan formasi baru, Bimo, Willy dan Lisa. [Foto: Julian Edward/Liputan6.com]

"Jadi ceritanya begini, Netral itu kan didirikan oleh Bagus, saya (Bimo) dan Almarhum Miten. Saya yang mematenkan nama Netral," kata Bimo saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (27/11/2015).

Masalah muncul ketika Miten meninggal dunia dan Bimo hengkang dari Netral. Kala itu, Bagus menggaet dua personel baru yakni Enno dan Choki. Bimo meminta agar Netral formasi baru ini membayar hak paten karena telah memakai nama Netral.

"Uangnya bukan buat siapa-siapa kok, tapi buat keluarga almarhum Miten. Tapi, mereka meresponnya justru dengan ganti nama jadi NTRL. Ya sudah nggak apa-apa," ungkap Bimo.

Band Netral

Kini, Netral kembali dihidupkan oleh Bimo dengan menggaet vokalis wanita bernama Lisa dan Willy sebagai gitaris. Ketiganya sedang menggarap tujuh video klip untuk menggebrak pecinta musik Tanah Air.

Kasus perubahan nama Netral jadi NTRL ini mirip dengan apa yang terjadi pada grup band Peterpan. Sejak Andika keluar, ia menggugat agar nama Peterpan tak lagi dipakai Ariel Cs. Akhirnya berdirilah Noah sebagai reinkarnasi Peterpan. (Jul/fei)