Hari Pahlawan, Artis-artis Ini Pernah Perankan Para Pejuang

Memperingati Hari Pahlawan, kami menyajikan 10 pejuang Indonesia yang pernah dijadikan film dengan diperankan artis-artis Indonesia.

Diterbitkan 10 November 2015, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Garin Nugroho mempercayai budayawan Nirwan Dewanto untuk memerankan Albertus Soegijapranata. Film ini berkisah tentang uskup pribumi pertama di Hindia Belanda (Indonesia), Albertus Soegijapranata dari sejak ditahbiskan hingga berakhirnya perang kemerdekaan Indonesia (1940 – 1949).

Satu dasawarsa penuh gejolak ini ditandai dengan akhir penjajahan Belanda, masuk dan dimulainya masa pendudukan Jepang, proklamasi kemerdekaan RI, dan kembalinya Belanda yang ingin mengambil kembali Indonesia sehingga memulai perang kemerdekaan Indonesia.

Ahmad Dahlan - Lukman Sardi

Sang Pencerah adalah film yang diamnbil dari kisah nyata tentang pendiri organisasi Islam Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Film garapan Hanung Bramantyo tersebut mempercayakan Lukman Sardi untuk memerankan Ahmad Dahlan.

Selain mendirikan organisasi Islam Muhammadiyah, dalam film tersebut, lelaki tegas dan berpendirian itu juga dimunculkan sebagai pembaharu Islam di Indonesia. Ia memperkenalkan wajah Islam yang modern, terbuka, serta rasional.

Bahkan kisah dari sosok Ahmad Dahlan, pernah dituliskan sebagai novel oleh sastrawan Akmal Nasery Basral dan mendapat predikat Fiksi Terbaik di Islamic Book Fair Award 2011. Yogyakarta atfomsfer dan lanskap utama lokasi syuting film ini.

Selain Ahmad Dahlan, berbagai artis lainnya pun dilibatkan dalam proses pembuatan film Ahmad Dahlan. Seperti Zaskia Adya Mecca, Slamet Rahardjo, Giring Ganesha, dan Ihsan Taroreh.

Soekarno - Ario Bayu

Sebagai sutradara dari film Soekarno yang telah dirilis pada 11 Desember 2013 lalu, Hanung Bramantyo mempercayai Ario Bayu dalam memerankan bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia tersebut. Sebelumnya, Anjasmara juga dikabarkan dicalonkan oleh Rachmawati Sukarnoputri untuk memerankan tokoh ayahnya.

Bukan tanpa alasan Hanung Bramantyo lebih memilih Ario Bayu untuk memerankan Presiden Indonesia pertama tersebut. Meski harus beda pendapat dengan Rachmawati, Hanung tetap memperjuangkan Ario Bayu untuk perankan Soekarno.

"Makanya pilihan saya orang yang punya postur 170cm ke atas. Pilihannya Agus Kuncoro, Darius Shinatrya dan Ario Bayu. Bahkan kami juga casting pakai baju dan lighting biar terlihat gagah dan presentasikan ke Ibu Rachmawati," jelas Hanung

Sejumlah artis papan atas pun ikut memeriahkan film ini. Mereka di antaranya Maudy Koesnaedi, Tika Bravani, Lukman Sardi, Agus Kuncoro, dan Sujiwo Tedjo.

Muhammad Hatta - Lukman Sardi

Dimana ada Bung Karno, disitu juga ada Bung Hatta. Wakil Presiden Indonesia pertama tersebut otomatis masuk dalam adegan film Soekarno.

Muhammad Hatta diperankan oleh Lukman Sardi yang dikenal sebagai aktor laris membintangi film-film sejarah. Lukman Sardi mendampingi Ario Bayu yang berperan sebagai Soekarno dalam film tersebut.

Dalam film tersebut, Hatta dan Sjahrir sebagai rival politik Sukarno, mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dibanding Belanda. Tapi Sukarno punya keyakinan, "jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk meraih kemerdekaan".

Hatta terpengaruh, tapi Sjahrir tidak. Kelompok pemuda progresif pengikut Sjahrir bahkan mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator. Keyakinan Sukarno tak goyah hingga dapat memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Sutan Syahrir - Tanta Ginting

Tanta Jorekenta Ginting atau Tanta Ginting adalah salah satu aktor yang pernah memerankan salah satu pejuang atau Pahlawan Nasional Indonesia. Ia memerankan Sutan Syahrir dalam film Soekarno.

Bersama Ario Bayu yang menjadi Soekarno dan Lukman Sardi yang menjadi Muhammad Hatta, Tanta Ginting menjadi "pengawal" kemerdekaan Indonesia dengan menjadi Syahrir. Tanpa disangka, film Soekarno membawanya dalam sebuah prestasi.

Dengan memerankan Sutan Syahrir, ia masuk dalam nominasi Indonesian Movie Awards pada tahun 2014 sebagai Pendatang Baru Pria Terfavorit.

Fatmawati - Tika Bravani

Aktris cantik Ratu Tika Bravani atau yang akrab disapa Tika Bravani, pernah memerankan tokoh Pahlawan Nasional Indonesia. Istri Soekarno, Fatmawati, pernah dibintanginya dalam film garapan Hanung Bramantyo bertajuk Soekarno.

Dalam filmnya, saat Soekarno tengah berada di Bengkulu, hatinya tertambat dengan paras cantik Tika Bravani yang berperan sebagai Fatmawati. Padahal kala itu Soekarno masih menjadi suami dari Inggit Garnasih.

Seperti yang kita ketahui bersama, ibu Fatmawati memiliki peran yang cukup penting dalam kemerddekaan Indonesia. Salah satu jasanya adalah dengan menjahitkan bendera Indonesia saat suaminya, Soekarno, memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Tjokroaminoto - Reza Rahardian

Guru Bangsa: Tjokroaminoto adalah salah satu film terbaru tentang kisah Pahlawan Nasional Indonesia. Garin Nugroho didaulat sebagai sutradara film ini, sementara Christine Hakim lah yang memproduseri film Tjokroaminoto.

Reza Rahardian dipercaya memerankan guru bangsa Tjokroaminoto. Dalam film tersebut, Tjokro yang lahir dari kaum bangsawan Jawa di Ponorogo, Jawa Timur, tidak membiarkan rakyat Indonesia kala itu mengalami kesenjangan sosial antar etnis dan kasta.

Walaupun lingkungannya keluarga ningrat, ia berani melepas statusnya itu untuk bekerja sebagai kuli pelabuhan dan merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata. Tjokro berjuang dengan membangun organisasi Sarekat Islam, organisasi resmi bumiputera pertama terbesar kala itu, sehingga bisa mencapai dua juta anggota.

Sederet artis ternama juga terlibat dalam pembuatan film itu. Muilai dari Christine Hakim sendiri yang juga menjadi produser, Didi Petet, Alex Komang, Ibu Jamil, Chelsea Islan, dan Sujiwo Tedjo.

Jenderal Sudirman - Adipati Dolken

Sebagai sutradara, Viva Westi mewarnai perfilman Indonesia dengan film Jenderal Soedirman yang dibuatnya. Film tersebut semakin menambah kekayaan film biografi tokoh sejarah nasioal yang sudah ada sebelumya.

Dengan menunjuk Adipati Dolken, film tersebut sukses diperankannya sebagai pimpinan perang kemerdekaan kala itu. Film ini semakin dahsyat dengan ditambahkannya teknologi efek CGI (computer graphic imagery) untuk membuat visual pesawat-pesawat tempur Belanda dengan bantuan animasi komputer.

Adipati Dolken membuktikan kemampuannya sebagai seorang aktor dengan terus meningkatkan kualitas karakter aktingnya, yang semula hanya memerankan karakter remaja, di film itu ia memerankan seorang Pahlawan Nasional.

Tan Malaka - Mathias Muchus

Selain melibatkan Adipati Dolken yang dipercaya memerankan tokoh utama film Jenderal Soedirman, sutradara Viva Westi juga melibatkan aktor senior untuk memperkaya filmnya. Ia adalah Mathias Muchus.

Sesuai plot sejarah, Jenderal Sudirman memang memiliki kedekatan juga dengan tokoh Pahlawan Nasional, Tan Malaka. Mathias Muchus lah yang memerankan Tan Malaka, salah satu pendiri bangsa yang berhaluan sosialis-komunis yang kemudian diperankan oleh Mathias Muchus.

Karena perbedaan ideologi, Jenderal Sudirman harus berpisah di tengah jalan dengan Tan Malaka karena ia lebih memilih jalan militer. Sedangkan Tan Malaka membuat pasukannya sendiri.

Di zaman Orde Baru, secuil kisah Tan Malaka ini takkan mungkin bisa muncul di film. Tapi di Jenderal Soedirman kisahnya muncul--walau mungkin bakal memicu kontroversi bagi pengagumnya maupun sejarawan. Hal ini memberi pembelajaran tersendiri bagi kita, generasi penerus, untuk belajar dari sejarah meskipun pahit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
FX. Richo Pramono, Ferry NoviandiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan