Sukses

Kartini-Kartini Modern Indonesia

EMANSIPASI wanita bisa berdiri tegak di Indonesia berkat hasil perjuangan pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini terhadap hak-hak kaumnya. Sejak itu, kedudukan kaum hawa di Tanah Air sejajar dengan pria. Perempuan-perempuan Indonesia jadi bebas berkarya dan berprestasi di bidangnya. Tentunya dengan tak melupakan kodrat sebagai wanita. Berikut adalah cerita sejumlah wanita, seperti artis Rima Melati, Paramitha Rusady, dan Krisdayanti yang mempunyai prestasi gemilang di bidang masing-masing. Dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun ini, Rima Melati menuturkan perjuangannya untuk meraih sukses sebagai wanita, istri, ibu, dan aktris. Rima mengatakan bahwa kehidupan dan kariernya tak selalu berjalan mulus. Di awal kariernya, pemilik nama lengkap Marjolein Tambajong ini mendapat tentangan dari orang tuanya. Ia tak boleh main film. Sebab, saat itu Rima masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan sang ibu ingin dia melanjutkan sekolahnya. "Ibu saya bilang boleh jadi apa saja asal jangan jadi bintang film," kata Rima, tersenyum simpul. Namun perempuan berdarah Manado, Sulawesi Utara ini tetap nekad. Ia sampai kabur dari rumah hanya untuk mewujudkan impiannya menjadi bintang film. Hasilnya, Rima berhasil meraih Piala Citra sebagai aktris terbaik. Nah, tak berapa lama menjadi pemain film, Rima bertemu dengan lelaki pujaan hatinya. Dia adalah Frans Tumbuan. Mereka akhirnya sepakat untuk melanjutkan hubungan asmara yang terjalin ke pelaminan. Namun, pernikahan mereka tak berjalan dengan langgeng. Pasangan suami-istri ini sempat bercerai. Setelah beberapa tahun berpisah, mereka akhirnya sepakat untuk menikah kembali. Pernikahan mereka langgeng hingga saat ini. Di tengah-tengah perjalanan rumah tangga yang bahagia dan karier yang mapan, perempuan berusia 64 tahun ini mendapat musibah. Dia divonis dokter mengidap penyakit kanker payudara. Wanita yang sudah beranak-cucu ini mengaku tak gentar menghadapi cobaan tersebut. Ia berusaha agar dapat bertahan hidup. Kekuatan untuk bertahan itu tak hanya datang dari dalam dirinya. Dukungan moril juag diberikan sang suami. "Dia banyak sekali memberi input," kata Rima. Perempuan yang hobi melukis ini akhirnya menjalani operasi kanker payudara di Belanda pada 1990 dan mendapatkan kembali kesehatannya. Begitu pula Paramitha Rusady. Wanita berambut panjang ini juga mempunyai segudang prestasi yang patut dibanggakan di dalam kariernya sebagai penyanyi dan aktris. Di zaman modern ini, Mita--begitu biasa dia disapa--termasuk wanita yang masih senang mengenakan pakaian tradisional dalam berbagai kesempatan. Bahkan, bekas istri pemain sinetron Gunawan ini masih menyimpan dan menjaga kebaya dan kain-kain peninggalan leluhurnya yang berusia ratusan tahun. Masih dalam rangka perayaan Hari Kartini, Mitha memperlihatkan koleksi kain dan pakaian tradisionalnya kepada pemirsa Halo Selebriti. Penyanyi yang gape memainkan gitar ini mengaku punya dua pakaian tradisional favorit dari koleksinya itu, yaitu beskap kuno dan kebaya mendiang ibunya. "Ini punya nilai history sendiri," kata Mitha yang menyimpan koleksinya itu di dalam peti dengan akar wangi. Tak hanya Rima dan Mitha saja yang mungkin bisa mengangkat harkat dan derajat kaum wanita modern di Indonesia. Penyanyi Krisdayanti juga punya kemampuan itu. Istri musisi Anang Hermansyah itu mendapatkan penghargaan berupa pin emas dari Yayasan Citra Prestasi di ajang Citra Kartini Indonesia 2003 di Hotel Hilton Jakarta, baru-baru ini. Penghargaan ini diberikan kepada Yanti--sapaan akrab Krisdayanti--karena prestasinya yang gemilang di bidang musik. Meski ketiga perempuan ini gemilang dalam berkarier, mereka semua mengaku tak lupa dengan kodratnya. Sebab, Kartini mengajarkan wanita untuk maju dengan tetap sadar bahwa dirinya adalah tetap orang timur yang sadar akan kodratnya sebagai wanita. "Maju terus wanita Indonesia. Kita teruskan perjuangan ibu Kartini," kata Rima Melati. Hidup perempuan Indonesia.