Sukses

Olga Meninggal, Ini yang Disesalkan Jeng Ana

Liputan6.com, Jakarta Meninggalnya Olga Syahputra mengejutkan dunia hiburan Tanah Air. Setelah berjuang selama hampir setahun melawan penyakitnya, maut akhirnya menjemput presenter multi talenta ini Jum’at (27/3/2015). Olga meninggal di rumah sakit Mount Elizabeth Singapura.

Sebagai sahabat, Jeng Ana mengaku sangat terpukul dengan kematian almarhum. Terlebih lagi Olga juga pernah menjadi pasiennya. Setidaknya, beberapa kali almarhum menyambangi klinik Jeng Ana untuk mengkonsultasikan penyakitnya. Untuk membantu kesembuhan Olga, berbagai upaya dilakukan Jeng Ana sesuai dengan kapasitasnya sebagai herbalis.

“Sayang sekali, almarhum sulit fokus dengan nasehat-nasehat saya karena pekerjaannya yang sangat padat. Olga juga kadang-kadang menyepelekan penyakitnya, sebab almarhum memang pribadi yang tidak suka mengeluh,” kenang Jeng Ana saat dihubungi, Minggu (29/3/2015)

Olga di kala sakit.

Suatu ketika, lanjut Jeng Ana, almarhum pernah menemuinya sekitar pukul 1 dinihari di klinik. Olga menceritakan kekhawatiran akan penyakitnya yang semakin menganggu aktivitasnya. Jeng Ana menjanjikan pada Olga akan berusaha keras memperjuangkan kesembuhan Olga. Ia bahkan membuat racikan khusus untuk kesembuhan Olga. Namun, niat Jeng Ana memberikan ramuan ini tak pernah terwujud sebab Olga keburu dirawat di Singapura.

Air Zamzam Buat Olga

Jeng Ana Pernah Perjuangkan Kesembuhan Olga

Jeng Ana dan Olga Syahputra.

Oktober 2014 Jeng Ana sempat menunaikan ibadah umroh bersama sejumlah artis. Salah satunya artis gaek Mpok Nori. Olga rupanya mengikuti berita ini lewat tayangan televisi. Almarhum sempat meminta oleh-oleh air zamzam pada Jeng Ana.

“Olga minta air zamzam yang saya doakan. Saya pun sudah membuatkannya khusus buat Olga. Tapi nasibnya sama seperti racikan herbal saya, air zamzam khusus buat Olga ini juga tidak pernah sampai ke tangan almarhum sampai tutup usia,” kenang Jeng Ana dengan air mata jatuh menitik.

Olga Syahputra disalatkan, Sabtu (28/3/2015). (foto: Faisal R Syam)

Kedua peristiwa inilah yang membuat Jeng Ana sangat terpukul dengan kepergian Olga. Baik racikan herbal maupun air zamzam hingga kini masih disimpan Jeng Ana.

Andai racikan herbal dan air zamzam itu sampai ke tangan Olga, mungkinkah cerita Olga akan berbeda? Ya, setidaknya bagi Jeng Ana. Meski umur di tangan Allah, tapi setidaknya Jeng Ana akan merasa puas sebab telah berjuang maksimal untuk membantu kesembuhan Olga.

“Saya benar-benar kehilangan kamu, Say!” cetus Jeng Ana, seolah berbisik pada arwah Olga, yang selalu disapanya “say”, kependekan dari kata “sayang.” Antara keduanya, memang telah terjalin hubungan sangat dekat. Bagi Jeng Ana, almarhum Olga bukan hanya seorang sahabat, tetapi sekaligus juga seorang adik tempat berbagi keluh kesah. Selamat jalan, Olga…!

(Adt/Feb)

Baca juga:
 
 
 
 
 
 
 

 

Loading