Meski Berpolitik, Garin Nugroho Tak Lupa Film

GARIN Nugroho terus berkarya. Kini, perhatiannya bahkan bukan hanya pada film, tapi sudah merambah wilayah besar kebudayaan, termasuk politik. Kendati begitu, Garin tetap mempunyai jadwal untuk melahirnya sebuah karya alternatif. "Untuk karya-karya alternatif memang dua setengah tahun sekali jadwal saya," aku Garin. Dalam rentang waktu itulah, karya-karya Garin lahir, seperti <i>Cinta Dalam Sepotong Roti</i>, <i>Daun di Atas Bantal</i>, <i>Bulan Tertusuk Ilalang</i>, <i>Puisi Tak Te...

Diterbitkan 23 Juli 2004, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Garin Nugroho kini fokus pada kebudayaan dan politik, tidak hanya film.
  • Ia rutin melahirkan karya alternatif setiap dua setengah tahun sekali.
  • Karya-karyanya bertujuan menunjukkan keberagaman dan pluralisme tontonan.

GARIN Nugroho terus berkarya. Kini, perhatiannya bahkan bukan hanya pada film, tapi sudah merambah wilayah besar kebudayaan, termasuk politik. Kendati begitu, Garin tetap mempunyai jadwal untuk melahirnya sebuah karya alternatif. "Untuk karya-karya alternatif memang dua setengah tahun sekali jadwal saya," aku Garin. Dalam rentang waktu itulah, karya-karya Garin lahir, seperti Cinta Dalam Sepotong Roti, Daun di Atas Bantal, Bulan Tertusuk Ilalang, Puisi Tak Terkuburkan, hingga Aku Ingin Menciummu Sekali Saja. Karya sutradara berbau pendidikan itu acap menghiasi layar lebar dan televisi. Garin yang mulai berkarya sejak usia 17 tahun memang suka tampil beda. Tapi, karya-karyanya memang patut diacungi jempol. "Ada keberagaman, pluralisme dalam tontonan, tujuannya untuk itu," jelas dia. Begitu ya Mas?

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

5 Seconds of Summer Tambah Konser Encore di Jakarta Setelah Tiket Ludes Dalam 25 Jam

SEO KLYTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan