`The Interview` Raup Rp 501 Miliar dari Online, Untung atau Rugi?

The Interview sudah menorehkan rekor tersendiri untuk film yang besar yang dirilis via online. Tapi, rugikah Sony Pictures?

Diterbitkan 21 Januari 2015, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Diyakini, Sony mungkin sekali hanya dapat tambahan USD 10 juta dari peredaran bioskop luar Amerika.

Dikutip Hollywood Reporter, sumber-sumber Sony mengatakan bujet The Interview hanya sekitar USD 40 juta. Sedang bujet promosinya tak sampai USD 20 juta akibat filmnya tak tayang di jaringan bioskop besar.

Well, kalau begitu mari kita hitung ulang. Bujet produksi plus bujet promosi: USD 60 juta. Pemasukan, penjualan online: USD 40 juta, bioskop Amerika: USD 6 juta, Sony dapat setengah USD 3 juta, bioskop luar Amerika: USD 10 juta. Hasilnya ada selisih kerugian USD 7 juta dari modal yang dikeluarkan Sony untuk film The Interview.

Berpikir Sebelum Bertindak

Berpikir Sebelum Bertindak

Lantas, apa arti angka-angka di atas?

Di tengah perubahan zaman kian banyak orang menonton via online, pemasukan dari bioskop masih dianggap paling penting. Studio seharusnya berpikir sejuta kali bila hendak merilis film dalam format online. Pihak asosiasi bioskop NATO menyayangkan Sony merilis The Interview duluan lewat online. Sebab, yang mereka minta rilisnya ditunda hingga situasi kondusif.

Sebelum Sony memutuskan mengedarkan The Interview secara online, para analis box office memperkirakan filmnya bakal meraih USD 20 juta-25 juta bila edar di lebih dari 2000 bioskop saat pekan pertama rilis. Sebab, tingkat rasa penasaran orang pada film itu lebih dari 90 persen.

Jika sudah begitu, Sony seharusnya bisa dapat uang lebih banyak dari The Interview. Sayang, keputusan sudah dibuat. Untuk The Interview, pundi-pundi Sony tak bertambah. Malah rugi. (Ade)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Rommy RamadhanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan