Tak Cuma Ahok, Artis-artis Ini Berseteru dengan FPI

Tak Cuma Ahok, Artis-artis Ini Berseteru dengan FPI

Diterbitkan 13 November 2014, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Anjasmara


3. Anjasmara

Pesinetron Anjasmara juga sempat berseteru dengan FPI. Cerita berawal ketika foto-foto Anjas dalam kondisi seperti bugil menjadi bahan sebuah pameran di tahun September 2005. FPI pun sempat melaporkan Anjas hingga menjadi tersangka.

Tak sendiri, suami artis Dian Nitami tersebut ditemani teman wanitanya yang juga berpose seperti bugil, Issabele Yahya. Keduanya juga sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Saat pameran tahunan CP Biennale di Museum Bank Indonesia, salah satu karya seni yang dipamerkan adalah pose bugil Anjasmara dan Issabelle Yahya yang berjudul 'Pinkswing Park'. Foto yang banyak menyita perhatian itu kemudian diprotes FPI. Pameran CP Biennale 2005 ditutup, pihak yang terlibat dilaporkan oleh FPI ke Polda.

4. Erwin Arnada



4. Erwin Arnada

Kemunculan majalah Playboy Indonesia membuat marah FPI. Alhasil mereka pun melaporkan Pemimpin redaksi (pemred) Majalah Playboy, Erwin Arnada. Beberapa model yang gambarnya ada dalam majalah tersebut juga ikut dilaporkan, di antaranya Kartika Oktavini Gunawan dan Andhara Early.

Mereka dijerat pasal 282 KUHP mengenai pelanggaran kesusilaan. Kasusnya sendiri sempat masuk ke Pengadilan dan membuat Erwin harus mendekam di balik jeruji besi dalam beberapa kali proses persidangan.

5. Ruhut Sitompul


5. Ruhut Sitompul

Artis yang juga politisi Ruhut Sitompul juga pernah merasakan perseteruan dengan FPI. Awalnya dimulai saat rapat dengar pendapat soal penyelenggaraan konser Lady Gaga di Senayan.

Rapat awalnya berjalan dengan damai, sejumlah perwakilan FPI dan FUI mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan alasan penolakan konser Lady Gaga. Ruhut Sitompul yang mewakili fraksi partai Demokrat berbicara yang membuat rapat mulai memanas. Ruhut yang diminta untuk menyampaikan pendapat soal konser Lady Gaga malah membahas masalah anarkis yang dilakukan ormas seperti FPI.

“Dalam negara Pancasila ini, pemerintah sah harus kita dukung, dan jangan coba-coba bertindak anarkis,” tegas Ruhut. Perkataan Ruhut itulah yang akhirnya memicu emosi perwakilan FPI dan FUI dalam rapat. Alkhattath Sekjen FUI langsung merespon dan mempertanyakan maksud dari pernyataan Ruhut tersebut.

Karena kondisi rapat yang mulai memanas, rapatpun akhirnya ditutup. Bukannya tenang, salah satu anggota FUI yang juga merupakan Ketua Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Alfian Tanjung langsung menghampiri Ruhut setelah rapat ditutup.

"Apa maksud Anda bicara seperti itu?” teriak Alfian. Ruhut pun menjawab pertanyaan itu dengan percaya dirinya. “Ini (Gedung DPR) rumah saya, saya berhak mengatakan apa saja. Itu hak konstitusi saya,” jawab Ruhut dengan nada yang tidak mau kalah.

Untuk menghindari adanya amuk masa, Ruhut pun diamankan ke ruang sekretariat Komisi III DPR oleh petugas Pamdal DPR. Ruhut dimasukan ke ruangan tersebut agar tidak ada aktivis FPI dan FUI yang mengetahuinya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Rommy RamadhanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan