Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan saham sepekan tepatnya 5-9 Oktober 2026. Analis menuturkan, IHSG sepekan dipengaruhi sentimen internal dan eksternal terutama rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (10/10/2026), IHSG naik 0,94% ke posisi 6.093,75 dari pekan lalu 6.036,88. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI melonjak 0,69% menjadi Rp 10.701 triliun dari pekan lalu Rp 10.627 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG sepekan bergerak naik 0,94% tetapi belum mampu break dari moving average (MA)20 harian. Sedangkan dari sentimen, ia menuturkan,pertama, data tenaga kerja AS jauh di bawah ekspentasi, hanya bertambah 29.000, sedangkan tingkat pengangguran naik menjadi 4,2%. “Hal ini dicermati pasar karena adanya ekspektasi akan sikap dovish dari the Fed ke depan,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.
Advertisement
Kedua, dari rilis Federal Open Market Committee (FOMC) Minutes menunjukkan the Fed kembali menyiratkan ada satu kali kenaikan suku bunga pada akhir 2026. Hal ini mengakibatkan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun pada level 5,2%.
"Ketiga, dari sisi komoditas, terpantau harga minyak masih cenderung tinggi pada rentang US$ 90-US$ 103 per barel akibat eskalasi konflik di Timur Tengah sehingga mengakibatkan meningkatkan kekhawatiran pasar akan inflasi energi,” tutur dia.
Faktor keempat, ada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, Herditya menuturkan, indeks dolar AS cenderung menguat dan menekan mata uang negara berkembang sehingga hal tersebut juga menekan IHSG. Ditambah aliran dana investor yang keluar dalam sepekan mencapai Rp 2,48 triliun pada 8 Oktober 2026.
Dari rata-rata volume transaksi harian BEI tercatat turun 7,62% menjadi 46,53 miliar saham dari 50,37 miliar saham pada pekan lalu.
Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 0,27% menjadi 1,67 juta kali transaksi dari 1,68 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Selama sepekan, investor asing melakukan aksi jual saham Rp 2,44 triliun. Pada pekan lalu, aksi jual investor asing mencapai Rp 5,03 triliun.
Kinerja IHSG Pekan Lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1816138/original/069258400_1514544766-20171229-ISHG-AY1.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 28 September-2 Oktober 2026 hingga meninggalkan posisi 6.200. Analis menilai, sentimen IHSG didorong sejumlah faktor internal dan eksternal seperti imbal hasil obligasi.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (3/10/2026), IHSG sepekan turun 3,28% menjadi 6.036,88 dari pekan lalu 6.241,89. Koreksi IHSG juga diikuti kapitalisasi pasar saham BEI. Kapitalisasi pasar saham BEI turun 2,55% menjadi Rp 10.627 triliun dari pekan lalu Rp 10.905 triliun.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 3,28% dalam sepekan dan masih didominasi oleh tekanan jual yang relatif meningkat. Sejumlah sentimen menekan IHSG. Pertama, Herditya menuturkan, ada kenaikan dari yield atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang sempat mencapai 5,3% untuk tenor 10 tahun tertinggi sejak 2002.
“Kedua, dengan ada kenaikan ini, menekan negara-negara emerging market di mana nilai tukarnya cenderung tertekan terutama rupiah,” kata Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Advertisement
Aksi Jual Investor Asing
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309669/original/058761600_1785236106-saham3.jpg)
Ketiga, ia mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS diperkirakan menyebabkan aliran dana keluar, dan diperkirakan investor asing mulai mengurangi risiko terhadap aset di Indonesia,” kata Herditya.
Faktor keempat, Herditya menuturkan, penerapan kebijakan batas bawah Rp 1 yang selain meningkatkan likuiditas juga meningkatkan volatilitas.
Selain itu, selama sepekan ini, investor asing melakukan aksi jual saham mencapai Rp 5,03 triliun. Aksi jual ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,15 triliun.
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian saham meningkat 72,51% menjadi 50,37 miliar saham dari pekan lalu 29,20 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian saham melompat 5,4% menjadi Rp 12,63 triliun dari pekan lalu Rp 11,98 triliun.
Kemudian rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 7,54% menjadi 1,68 juta kali transaksi dari 1,82 juta kali transaksi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5272924/original/067898900_1751604930-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562930/original/087212000_1776842538-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-22T142049.188.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4403399/original/021681200_1682044577-cek_fakta_mesin_cuci.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5755718/original/069568600_1778657615-5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497603/original/096409200_1770638744-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5487880/original/076464300_1769682052-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)