Dividen Emiten KINO Rp 45 Cair 24 Juni 2026, Cek Jadwal Lengkapnya

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) membayar dividen tahun buku 2025 pada 24 Juni 2026 sebesar Rp 62,04 miliar. Simak daftar lengkapnya.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kino Indonesia Tbk (KINO) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 62,04 miliar. Dividen yang akan dibagikan perseroan sebesar Rp 45 per saham.

Perseroan membagikan dividen sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 Mei 2026. Selain itu, pembagian dividen mempertimbangkan data keuangan 31 Desember 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 123,69 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 474,57 miliar dan total ekuitas sebesar Rp 1,74 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen tahun buku 2025:

  • Tanggal efektif paada 24 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 3 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 4 Juni 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 5 Juni 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 8 Juni 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 5 Juni 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 24 Juni 2026

Pada penutupan perdagangan saham, Senin, 25 Mei 2026, harga saham KINO naik 1,8% menjadi Rp 1.130 per saham. Saham KINO dibuka stagnan di Rp 1.110 per saham. Harga saham KINO berada di level tertinggi Rp 1.150 dan terendah Rp 1.110 per saham. Total frekuensi perdagangan 18 kali dengan volume perdagangan saham 302 saham. Nilai transaksi Rp 33,6 juta.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,72% menjadi 6.206,34. Indeks saham LQ45 menanjak 1,74% menjadi 631,21.

Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.239,59 dan level terendah 6.124,57. Sebanyak 470 saham menguat sehingga angkat IHSG. 236 saham melemah dan 114 saham diam di tempat.

Kinerja 2025

Sebelumnya, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan mencetak pertumbuhan penjualan dan laba sepanjang 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (5/4/2026), PT Kino Indonesia Tbk meraup penjualan Rp 4,42 triliun pada 2025, naik 1,23% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 4,36 triliun. Beban pokok penjualan naik tipis 0,57% menjadi Rp 2,49 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,48 triliun. Seiring hal itu, laba kotor perseroan naik 2,17% menjadi Rp 1,92 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,88 triliun.

Perseroan mencatat beban penjualan naik menjadi Rp 1,35 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,30 triliun. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 338,23 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 362,34 miliar. Beban bunga susut menjadi Rp 129,33 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 144,09 miliar.

 

Aset Perseroan

Beban administrasi bank turun menjadi Rp 6,18 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 6,72 miliar. Perseroan mencatat laba kurs bersih turun menjadi Rp 3,50 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp  4,48 miliar. Pendapatan bunga turun menjadi Rp 1,87 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2 miliar. Perseroan mencatat laba bersih naik 41,62 persen menjadi Rp 125,92 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 89,91 miliar. Perseroan meraup lana bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk  naik 42,83% menjadi Rp 123,69 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 86,59 miliar.

Laba per saham dasar yang diatribusikan keada pemik entitas induk naik menjadi Rp 90 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 63. Total ekuitas bertambah 5,81 persen menjadi Rp 1,74 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 1,65 triliun.Total liabilitas perseroan  turun 4,5% menjadi Rp 2,72 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 2,85 triliun. Aset perseroan merosot 0,73% menjadi Rp 4,46 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,50 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 123,75 miliar.